Zulfis Zulfis
UIN Imam Bonjol Padang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

CONTENT ANALYSIS OF ABU UBAIDAH’S SPEECH ON ALJAZEERAMUBASHER’S INSTAGRAM DURING OPERATION AL-AQSA TEMPEST Ilya Husna; Sefriyono Sefriyono; Zulfis Zulfis; Rezkiya Afril; Nabil Ahmed Banonah
CMES (Center of Middle Eastern Studies) Vol 17, No 2 (2024)
Publisher : Arabic Literature Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/cmes.17.2.89510

Abstract

Abu Ubaidah's speech aired by aljazeeramubasher's Instagram account was in the spotlight after the occurrence of Toufan al-Aqsa on October 7, 2023. The firm and straightforward style of language and the use of fushah Arabic are definitely a special attraction for listeners. This study aims to describe the style of language and messages conveyed by Abu Ubaidah in his speech using the content analysis method approach of Krippendorff's perspective. The stages of Krippendorff content analysis consist of unitizing, sampling, recording, reducing, inferring, narating, and desingning. This stage is carried out with watching, listening, and note-taking techniques. The results showed that the Arabic uslub used by Abu Ubaidah was fushah Arabic in accordance with the rules of good and correct Arabic. No Abu Ubaidah used 'ammiyah Arabic at all in his speeches. Meanwhile, in terms of the message conveyed by Abu Ubaidah with Krippendorf content analysis techniques, it was found that there was an invitation and expression of optimism from Abu Ubaidah to especially Muslims and all people in the world for Allah's help to the Palestinian people and the struggle of Hamas forces in defending Palestinian land. Abu Ubaidah as the spokesman for the Izzuddin Al-Qassam brigade managed to transfer this confidence to all the audience who watched and listened to his speech.
KONTESTASI KOMUNIKASI DAKWAH SALAFI DAN KULTURAL DALAM TRADISI MAULID NABI DI INDONESIA Tomi Hendra; Sefriono Sefriono; Eka Putra Wirman; Zulfis Zulfis; Ratna Dewi
Journal of Da'wah Vol. 5 No. 1 (2026): Juni
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kerinci

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32939/jd.v5i1.6733

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontestasi antara dakwah salafi dan kultural dalam tradisi perayaan Maulid Nabi di Indonesia dari perspektif komunikasi dakwah. Studi ini muncul dari kebutuhan untuk memahami bagaimana perbedaan strategi dakwah memengaruhi pembentukan identitas keagamaan dan legitimasi praktik keagamaan dalam masyarakat Muslim yang multikultural. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi pustaka (library research) dan analisis konten kualitatif terhadap artikel, buku, dokumen organisasi Islam, serta narasi dakwah terkait Maulid Nabi dan dakwah Salafi. Unit analisis meliputi narasi, argumentasi, dan wacana komunikasi dakwah yang dianalisis melalui kerangka teori komunikasi dakwah dan teori identitas sosial. Hasil penelitian menunjukkan adanya dua pola komunikasi dakwah yang berbeda. Dakwah kultural menggunakan pendekatan persuasif, dialogis, dan adaptif melalui integrasi nilai-nilai Islam dengan tradisi budaya lokal yang berfungsi memperkuat solidaritas sosial serta memfasilitasi internalisasi nilai-nilai keagamaan. Sebaliknya, dakwah Salafi menekankan pendekatan skripturalis, normatif, dan korektif berdasarkan legitimasi tekstual Al-Qur’an dan Sunnah, sehingga menempatkan praktik Maulid sebagai bid’ah. Kontestasi ini mencerminkan perbedaan orientasi komunikasi, pembentukan identitas sosial, dan perebutan otoritas dalam interpretasi agama. Penelitian ini terbatas pada studi pustaka dan wacana tekstual, sehingga belum meneliti pengalaman empiris pelaku dakwah maupun dinamika dakwah di media digital. Temuan ini memberikan panduan bagi praktisi dakwah untuk menyesuaikan strategi komunikasi sesuai dengan konteks sosial-budaya, serta memahami implikasi kontestasi dakwah terhadap penerimaan sosial dan identitas keagamaan. Penelitian ini menempatkan tradisi Maulid Nabi sebagai arena kontestasi komunikasi dakwah serta memberikan kontribusi baru dalam studi komunikasi dakwah dengan menekankan interaksi agama, budaya, dan legitimasi religius dalam masyarakat Muslim Indonesia kontemporer.