Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi komunikasi pemasaran pada destinasi wisata religi dan heritage di Kota Medan, khususnya pada Masjid Agung Medan, Kuil Shri Mariamman, Museum Negeri Sumatera Utara, dan Masjid Al-Osmani. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan desain eksploratif untuk memahami komunikasi pemasaran yang berkembang melalui pengalaman spiritual, interaksi sosial, dan nilai historis. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi yang melibatkan pengelola destinasi, wisatawan, serta masyarakat sekitar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi pemasaran berlangsung secara organik melalui word of mouth, media sosial, dan pengalaman langsung pengunjung, bukan melalui strategi promosi formal yang terstruktur. Kegiatan keagamaan, kekuatan arsitektur bersejarah, fungsi edukatif, serta nilai multikultural menjadi faktor utama yang memperkuat daya tarik wisata. Penelitian ini juga menemukan bahwa komunikasi pemasaran berbasis pengalaman mampu mendukung hubungan sosial dan moderasi beragama dalam masyarakat multikultural Kota Medan. Implikasi penelitian menegaskan pentingnya integrasi komunikasi digital dengan nilai budaya lokal dan spiritual dalam pengembangan strategi pemasaran pariwisata yang berkelanjutan. Orisinalitas penelitian terletak pada fokus kajian terhadap komunikasi pemasaran organik berbasis pengalaman pada destinasi wisata religi dan heritage.
Copyrights © 2026