Journal of Aquaculture and Enviroment
Vol. 8 No. 2 (2026): Journal of Aquaculture and Enviroment Juni 2026

PENGARUH LAMA PEMELIHARAAN RUMPUT LAUT Euchema cottonii TERHADAP KANDUNGAN KARAGENAN

Megawati Megawati (Program Studi Budidaya Perairan Magister Budidaya Perairan Universitas Bosowa)
Nur Asia Umar (Program Studi Budidaya Perairan Pascasarjana Universitas Bosowa)
Erni Indrawati (Program Studi Budidaya Perairan Pascasarjana Universitas Bosowa)



Article Info

Publish Date
30 Jun 2026

Abstract

Karaginan merupakan polisakarida hidrofilik yang diekstrak dari dinding sel rumput laut merah, terutama Eucheuma cottonii, dan banyak dimanfaatkan sebagai pengental, penstabil, serta pengemulsi pada berbagai industri pangan dan nonpangan. Penelitian ini bertujuan menganalisis kandungan karaginan rumput laut E. cottonii yang dibudidayakan dengan lama pemeliharaan berbeda. Penelitian dilaksanakan pada Maret–Mei 2025 di perairan Kelurahan Akkajeng, Kecamatan Sajoanging. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan lama pemeliharaan (35, 45, dan 55 hari) dan tiga ulangan, sehingga diperoleh 9-unit percobaan. Data dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk tabel serta grafik untuk menggambarkan kecenderungan nilai antarperlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan karaginan meningkat seiring bertambahnya lama pemeliharaan. Nilai tertinggi diperoleh pada umur panen 55 hari (43,96%), diikuti 45 hari (41,36%), sedangkan umur 35 hari menghasilkan kandungan karaginan paling rendah (40,93%). Temuan ini menunjukkan bahwa pemanenan pada usia 55 hari lebih optimal untuk memperoleh rendemen karaginan tertinggi dari E. cottonii.   Carrageenan is a hydrophilic polysaccharide extracted from the cell walls of red seaweed, particularly Eucheuma cottonii, and is widely used as a thickener, stabilizer, and emulsifier in various food and non-food industries. This research aims to analyze the carrageenan content of E. cottonii seaweed cultivated with different cultivation periods. The study was conducted from March to May 2025 in the waters of Akkajeng Village, Sajoanging District. The study design used a completely randomized design (CRD) with three treatment periods (35, 45, and 55 days) and three replicates, resulting in 9 experimental units. The data were analyzed descriptively and presented in tables and graphs to illustrate the trends in values between treatments. The results indicated that the carrageenan content increased with longer cultivation periods. The highest value was obtained at 55 days of harvest (43.96%), followed by 45 days (41.36%), while 35 days resulted in the lowest carrageenan content (40.93%). These findings indicate that harvesting at 55 days is optimal for obtaining the highest carrageenan yield from E. cottonii

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

jae

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry Biochemistry, Genetics & Molecular Biology Decision Sciences, Operations Research & Management Engineering Environmental Science Immunology & microbiology

Description

Journal of Aquaculture and Enviroment  merupakan jurnal ilmiah yang dikelola secara peer review memiliki e-ISSN:  2685-1008 dan p-ISSN: 2656-6508 diterbitkan oleh Postgraduate Bosowa University Publishing.  Terbit dua kali (Juni dan Desember) dalam satu tahun.  Journal of Aquaculture and ...