Journal of Aquaculture and Enviroment
Vol. 8 No. 2 (2026): Journal of Aquaculture and Enviroment Juni 2026

PENAMBAHAN ENZIM PAPAIN PADA PAKAN KOMERSIAL TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP BENIH IKAN BETOK Anabas testudineus

Baiturrohmawati Baiturrohmawati (Universitas Sultan Ageng Tirtyasa)
Saifullah Saifullah (Program Studi Ilmu Perikanan)
Muh. Herjayanto (Program Studi Ilmu Perikanan)



Article Info

Publish Date
30 Jun 2026

Abstract

Salah satu tantangan dalam budidaya ikan betok adalah pertumbuhannya yang relatif lambat. Pertumbuhan ikan yang lambat ini salah satunya disebabkan oleh ketersediaan pakan yang belum memadai, baik dari segi komposisi maupun tingkat kecernaan. Untuk itu, perlu dilakukan peningkatan pencernaan pakan salah satunya dengan menggunakan enzim papain. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pangaruh enzim papain yang ditambahkan ke dalam pakan komersial terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan betok (Anabas testudineus), serta untuk menentukan dosis yang berbeda terhadap enzim papain yang optimal pada ikan betok. Penelitian ini dilaksanakan selama 30 hari pada bulan September – Oktober 2025. Tempat pemeliharaan ikan dilakukan di Laboratorium Budidaya Perairan, Program Studi Ilmu Perikanan, Fakultas Pertanian, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Analisis proksimat dilakukan di IPB. Media yang digunakan berupa akuarium dengan ukuran 60 cm × 30 cm × 30 cm (p × l × t) sebanyak 12 buah yang dilengkapi dengan aerator. Ikan uji yang digunakan yaitu ikan betok yang berukuran 6 – 8 cm. dengan kepadatan tebar 10 ekor per akuarium. Perlakuan yang diberikan berupa enzim papain dalam pakan komersial dengan dosis 0%. 2,5%, 5,0% dan 7,5%. Yang terdiri dari empat perlakuan dan tiga ulangan. Hasil terbaik pada penelitian ini diperoleh pada perlakuan P1 pada pertumbuhan panjang mutlak sebesar 0,80 ± 0,05 cm dan berbeda nyata (p<0,05) dengan semua perlakuan. Perlakuan P1 pada pertumbuhan bobot mutlak juga menujukkan hasil terbaik sebesar 4,3 ± 0,17 g dan berbeda nyata (p<0,05) dengan semua perlakuan, kelangsung hidup seluruh perlakuan menunjukkan nilai 100%. Perlakuan P1 pada rasio konversi pakan juga menunjukkan hasil terbaik sebesar 6,46 ± 0,39%, dan berbeda nyata (p<0,05) dengan perlakuan P0 dan P3. Perlakuan P1 pada effisiensi pakan juga menunjukkan hasil terbaik sebesar 0,16 ± 0,01% dan berbeda nyata (p<0,05) dengan semua perlakuan. One of the challenges in cultivating climbing perch is its relatively slow growth. This slow growth is partly due to inadequate feed availability, both in terms of composition and digestibility. Therefore, it is necessary to improve feed digestion, one of which is by using the papain enzyme. This study aims to determine the effect of papain enzyme added to commercial feed on the growth and survival of climbing perch (Anabas testudineus), as well as to determine different doses of papain enzyme that are optimal in climbing perch. This study was conducted for 30 days in September - October 2025. The fish were reared at the Aquaculture Laboratory, Fisheries Science Study Program, Faculty of Agriculture, Sultan Ageng Tirtayasa University. Proximate analysis was conducted at IPB. The media used were 12 aquariums measuring 60 cm × 30 cm × 30 cm (p × l × h) equipped with an aerator. The test fish used were climbing perch measuring 6 - 8 cm, with a stocking density of 10 per aquarium. The treatments given were papain enzymes in commercial feed at doses of 0%, 2.5%, 5.0%, and 7.5%. Consisting of four treatments and three replications. The best results in this study were obtained in treatment P1 with an absolute length growth of 0.80 ± 0.05 cm and were significantly different (p <0.05) from all treatments. Treatment P1 also showed the best results in absolute weight growth of 4.3 ± 0.17 g and were significantly different (p <0.05) from all treatments, with survival of all treatments showing a value of 100%. Treatment P1 also showed the best results in feed conversion ratio of 6.46 ± 0.39%, and was significantly different (p <0.05) from treatments P0 and P3. Treatment P1 also showed the best results in feed efficiency of 0.16 ± 0.01% and was significantly different (p <0.05) from all treatments.  

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

jae

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry Biochemistry, Genetics & Molecular Biology Decision Sciences, Operations Research & Management Engineering Environmental Science Immunology & microbiology

Description

Journal of Aquaculture and Enviroment  merupakan jurnal ilmiah yang dikelola secara peer review memiliki e-ISSN:  2685-1008 dan p-ISSN: 2656-6508 diterbitkan oleh Postgraduate Bosowa University Publishing.  Terbit dua kali (Juni dan Desember) dalam satu tahun.  Journal of Aquaculture and ...