Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pola komunikasi pasangan suami istri melalui perspektif inner child. Berangkat dari pendekatan psikologi feminis, penelitian ini memandang bahwa hubungan pernikahan merupakan ruang reproduksi inner child dan cara pandang terhadap relasi gender, sehingga membentuk pola komunikasi antar pasangan suami istri. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui studi kasus yang disajikan dalam bentuk life history, dan dianalisis dengan metode interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman masa anak-anak (inner child) direproduksi dalam pola komunikasi pasangan, yakni setara, pemisah seimbang, dan monopoli. Pola-pola ini berkaitan dengan internalisasi peran gender, sehingga berpengaruh pada cara memaknai kedekatan emosional, pembuatan keputusan, dan penyelesaian konflik dalam pernikahan. Konsep reparenting inner child dalam penelitian ini digunakan untuk memahami upaya tiap individu dalam menegosiasikan ulang pola komunikasi kepada pasangan ketika dewasa.
Copyrights © 2026