ABSTRACT The transition into early adulthood exposes individuals to multiple role changes that occur simultaneously, making adaptive capacity an essential factor in maintaining overall life quality. Although the relationship between Quarter Life Crisis and Life Satisfaction has received considerable scholarly attention, empirical evidence examining their direct association among the broader early adult population beyond university students remains limited. This study aimed to analyze the relationship between Quarter Life Crisis and Life Satisfaction among early adults residing in Gorontalo City, Indonesia. A quantitative correlational design was employed involving 397 participants aged 18–29 years who were selected through purposive sampling. Data were collected using the Quarter Life Crisis Scale and the Life Satisfaction Scale and were subsequently analyzed using Spearman's rank correlation after the normality assumption was not satisfied. The analysis revealed a significant negative correlation between the two variables (rs = −0.533, p < 0.05), indicating that higher levels of Quarter Life Crisis were associated with lower levels of Life Satisfaction. These findings highlight adaptive capacity in responding to developmental transitions as an important mechanism underlying life satisfaction during early adulthood. This study contributes to developmental psychology by extending empirical evidence on the relationship between these two constructs within a more diverse early adult population and provides a basis for developing promotive and preventive interventions to support psychological well-being during the transition to adulthood. ABSTRAK Transisi menuju masa dewasa awal menghadapkan individu pada perubahan peran yang berlangsung hampir bersamaan, sehingga kemampuan beradaptasi menjadi faktor penting dalam mempertahankan kualitas kehidupan. Meskipun hubungan antara Quarter Life Crisis dan Life Satisfaction telah banyak dibahas, bukti empiris yang menguji hubungan langsung kedua konstruk pada populasi dewasa awal di luar konteks mahasiswa masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara Quarter Life Crisis dan Life Satisfaction pada dewasa awal yang berdomisili di Kota Gorontalo. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional yang melibatkan 397 responden berusia 18–29 tahun, dipilih melalui teknik purposive sampling. Data diperoleh menggunakan skala Quarter Life Crisis dan skala Life Satisfaction, kemudian dianalisis menggunakan korelasi Spearman setelah pengujian menunjukkan bahwa data tidak memenuhi asumsi normalitas. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara kedua variabel (rs = −0,533; p < 0,05), yang mengindikasikan bahwa peningkatan Quarter Life Crisis cenderung diikuti oleh penurunan Life Satisfaction. Temuan ini memperkuat pemahaman bahwa kemampuan beradaptasi terhadap perubahan perkembangan merupakan mekanisme penting dalam membentuk kepuasan hidup pada masa dewasa awal. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap kajian psikologi perkembangan dengan memperluas bukti empiris mengenai hubungan kedua konstruk pada populasi dewasa awal yang lebih beragam, sekaligus menjadi dasar bagi pengembangan program promotif dan preventif untuk mendukung kesejahteraan psikologis selama transisi menuju kedewasaan.
Copyrights © 2026