Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Studi Korelasi Adversity Quotient dengan Kemampuan Berpikir Kreatif pada Anak Suku Bajo Lumi, Siti Hajaral Marhamah; Indarwati, Anik; Kurniawati, Sri Ayu Mutmainah
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 6 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v5i6.3734

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara adversity quotient (AQ) dengan kemampuan berpikir kreatif pada anak Suku Bajo. Anak-anak Suku Bajo menghadapi berbagai tantangan lingkungan dan sosial yang menuntut daya juang serta kreativitas tinggi untuk beradaptasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei korelasional. Sampel berjumlah 36 anak Suku Bajo yang dipilih melalui teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa skala adversity quotient  berdasarkan teori Stoltz dan tes berpikir kreatif TCT-DP berdasarkan teori Jellen dan Urban. Hasil analisis menggunakan korelasi Spearman ‘Rho menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif lemah antara Adversity Quotient dengan Berpikir Kreatif Pada Anak Suku Bajo. Hal ini dibuktikan dengan koefisien korelasi (rxy) bernilai negatif sebesar -0,255 dengan taraf signifikansi sebesar 0,134 ( p > 0,05) yang berarti tidak ada hubungan yang signifikan. Penelitian ini menunjukkan bahwa semakin tinggi Adversity Quotient seseorang, maka cenderung semakin rendah tingkat berpikir kreatifnya, meskipun hubungan ini sangat lemah.
Pengaruh Social comparison Terhadap Subjective well-being Pada Mahasiswa Pengguna Instagram Di Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Gorontalo Rosniaty S. Umar; Fendi Ntobuo; Sri Ayu Mutmainah Kurniawati
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 2: Juni (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i2.2940

Abstract

Penggunaan Instagram yang semakin meningkat di kalangan mahasiswa memberikan manfaat dalam komunikasi, sosial, dan akses informasi. Namun, penggunaan media sosial juga dapat mendorong munculnya perilaku Social comparison yang berpotensi memengaruhi Subjective well-being. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Social comparison terhadap Subjective well-being pada mahasiswa pengguna Instagram di Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Gorontalo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan sampel sebanyak 97 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan skala Social comparison yang diadaptasi dari Daniartha (2025) dan skala Subjective well-being yang diadaptasi dari Situmorang (2024). Analisis data dilakukan menggunakan uji regresi linear sederhana dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Social comparison berpengaruh signifikan terhadap Subjective well-being dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p < 0,05). Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,990 menunjukkan bahwa Social comparison memberikan kontribusi sebesar 99,0% terhadap Subjective well-being, sedangkan sisanya sebesar 1,0% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi Social comparison, semakin tinggi Subjective well-being mahasiswa pengguna Instagram. Hasil tersebut mengindikasikan bahwa mahasiswa cenderung melakukan Social comparison secara positif dan adaptif dengan menjadikan pencapaian, pengalaman, dan keberhasilan orang lain sebagai sumber inspirasi dan motivasi untuk mengembangkan diri. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi mahasiswa dan perguruan tinggi meningkatkan literasi digital, pengelolaan emosi, serta penggunaan media sosial bijak dan sehat di era digital.
Efektivitas Gaming Addiction Awareness Programme (GAME) sebagai Intervensi Preventif Berbasis Komunitas dalam Mencegah Kecanduan Game Online pada Siswa Sekolah Dasar Sri Ayu Mutmainah Kurniawati; Sitti Rojiyah Nur Insyirah Puhi; Irsyad; Ridha Habibah
JAMBURA Guidance and Counseling Journal Vol 7 No 1 (2026): Volume 7 Nomor 1: Mei 2026
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37411/jgcj.v7i1.4905

Abstract

This study evaluated the effectiveness of the Gaming Addiction Awareness Programme (GAME) as a community-based intervention to increase knowledge and awareness of online gaming addiction among 41 elementary school students. Using a one-group pretest–posttest quasi-experimental design, the results showed a significant increase in knowledge scores (t = -9.348; p < 0.05). Qualitatively, there was an increase in student awareness, understanding among teachers and parents, and the emergence of school policies restricting mobile phone use. These findings indicate that an integrative community approach is effective in improving literacy and supporting the prevention of online gaming addiction in children.
Hubungan Father Involvement dengan Self-Esteem pada Perempuan Dewasa Awal di Kabupaten Gorontalo Zafirah H. Manoppo; Lenny Syamsuddin; Sri Ayu Mutmainah Kurniawati
Jurnal Psikologi dan Konseling West Science Vol 4 No 02 (2026): Jurnal Psikologi dan Konseling West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpkws.v4i02.3536

Abstract

Penelitian ini didasari oleh pentingnya peran keterlibatan ayah dalam mendukung perkembangan psikologis anak, terutama dalam pembentukkan self-esteem pada perempuan dewasa awal. Selain itu, penelitian mengenai hubungan antara father involvement dan self-esteem pada perempuan dewasa awal di Kabupaten Gorontalo masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara father involvement dengan self-esteem pada perempuan dewasa awal di Kabupaten Gorontalo. Penelitian ini menggunkan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Populasi penelitian adalah perempuan dewasa awal di Kabupaten Gorontalo. Sampel penelitian berjumlah 381 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Setelah dilakukan proses penyaringan data, sebanyak 62 responden tidak memenuhi kriteria penelitian sehingga dikeluarkan dari analisis, sehingga jumlah sampel akhir yang dianalisis sebanyak 319 responden.  Pengumpulan data dilakukan menggunakan skala father involvement yang dikembangkan oleh Lamb (1985) dan skala self-esteem berdasarkan Coopersmith Self-Esteem Inventory (CSEI) yang telah memenuhi persyaratan validitas dan reliabilitas. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman's Rho. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara father involvement dan self-esteem pada perempuan dewasa awal di Kabupaten Gorontalo dengan nilai koefisien korelasi sebesar r = 0,470 dan p = 0,001, yang menunjukkan tingkat hubungan pada kategori sedang. Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi keterlibatan ayah dalam kehidupan anak perempuan, maka semakin tinggi pula self-esteem yang dimiliki pada masa dewasa awal.
HUBUNGAN ANTARA QUARTER LIFE CRISIS DENGAN LIFE SATISFACTION PADA DEWASA AWAL DI KOTA GORONTALO Frendy Anugrah Kadir; Salahuddin Liputo; Sri Ayu Mutmainah Kurniawati
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v6i3.11933

Abstract

ABSTRACT The transition into early adulthood exposes individuals to multiple role changes that occur simultaneously, making adaptive capacity an essential factor in maintaining overall life quality. Although the relationship between Quarter Life Crisis and Life Satisfaction has received considerable scholarly attention, empirical evidence examining their direct association among the broader early adult population beyond university students remains limited. This study aimed to analyze the relationship between Quarter Life Crisis and Life Satisfaction among early adults residing in Gorontalo City, Indonesia. A quantitative correlational design was employed involving 397 participants aged 18–29 years who were selected through purposive sampling. Data were collected using the Quarter Life Crisis Scale and the Life Satisfaction Scale and were subsequently analyzed using Spearman's rank correlation after the normality assumption was not satisfied. The analysis revealed a significant negative correlation between the two variables (rs = −0.533, p < 0.05), indicating that higher levels of Quarter Life Crisis were associated with lower levels of Life Satisfaction. These findings highlight adaptive capacity in responding to developmental transitions as an important mechanism underlying life satisfaction during early adulthood. This study contributes to developmental psychology by extending empirical evidence on the relationship between these two constructs within a more diverse early adult population and provides a basis for developing promotive and preventive interventions to support psychological well-being during the transition to adulthood. ABSTRAK Transisi menuju masa dewasa awal menghadapkan individu pada perubahan peran yang berlangsung hampir bersamaan, sehingga kemampuan beradaptasi menjadi faktor penting dalam mempertahankan kualitas kehidupan. Meskipun hubungan antara Quarter Life Crisis dan Life Satisfaction telah banyak dibahas, bukti empiris yang menguji hubungan langsung kedua konstruk pada populasi dewasa awal di luar konteks mahasiswa masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara Quarter Life Crisis dan Life Satisfaction pada dewasa awal yang berdomisili di Kota Gorontalo. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional yang melibatkan 397 responden berusia 18–29 tahun, dipilih melalui teknik purposive sampling. Data diperoleh menggunakan skala Quarter Life Crisis dan skala Life Satisfaction, kemudian dianalisis menggunakan korelasi Spearman setelah pengujian menunjukkan bahwa data tidak memenuhi asumsi normalitas. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara kedua variabel (rs = −0,533; p < 0,05), yang mengindikasikan bahwa peningkatan Quarter Life Crisis cenderung diikuti oleh penurunan Life Satisfaction. Temuan ini memperkuat pemahaman bahwa kemampuan beradaptasi terhadap perubahan perkembangan merupakan mekanisme penting dalam membentuk kepuasan hidup pada masa dewasa awal. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap kajian psikologi perkembangan dengan memperluas bukti empiris mengenai hubungan kedua konstruk pada populasi dewasa awal yang lebih beragam, sekaligus menjadi dasar bagi pengembangan program promotif dan preventif untuk mendukung kesejahteraan psikologis selama transisi menuju kedewasaan.
PENGARUH WARNA TERHADAP INGATAN JANGKA PENDEK (SHORT TERM MEMORY) Sri Ayu Mutmainah Kurniawati; Hurun Inun Fathun Buka; Intan Nur&#039;ain Akuba; Sinderella Utina; Najmah Dwi Susilowati; Rezaldi Putra Maunu
Elsia: Jurnal Psikologi Manusia Vol 2, No 1 (2023): April 2023
Publisher : program studi psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/jpm.2.1.54-58.2023

Abstract

Short term memory is the process of storing information in memory for a temporary period of time. Color serves as a powerful information channel for the human cognitive system and has a significant role in improving memory work. This study aims to examine the effect of color use on short-term memory ability in psychology students. This study involved two groups of participants, namely the experimental group who were given colored animal images (chromatic) and the control group who were given black-and-white images (achromatic). Data was collected through pre-test and post-test to measure the amount of information that could be remembered by the participants. Normality test using Shapiro-Wilk showed that the pre-test data of the experimental and control groups were normally distributed, while the post-test data of the control group were not normally distributed. Therefore, the Wilcoxon Signed Ranks Test was used for data analysis. The results of the analysis showed that the experimental group that was given colored pictures showed a significant improvement in recall (Asymp. Sig. = 0.018), while the control group showed no significant difference between the pre-test and post-test (Asymp. Sig. = 0.182). These results indicate that the use of color has a positive effect on short-term memory ability. This study contributes to the understanding of how color can be used to improve memory, with practical implications in the design of more effective learning materials and learning spaces.
Sehat Mental Dalam Berorganisasi: Psikoedukasi Burnout Dan Manajemen Waktu Bagi Siswa MAN 1 Kota Gorontalo Sri Ayu Mutmainah Kurniawati; Salahudin Liputo; Alya Kemala Shopianti Talipi; Andika Rahmad Saputra; Elsya Salsabila Lahati; Fahkriyanto Babunga; Mohammad Rifki Gani; Siti Nurhalisa Ntuu; Mohammmad Rizky Lumani
Jurnal Pengabdian Masyarakat IPTEKS Vol. 11 No. 2 (2025): PENGABDIAN MASYARAKAT IPTEKS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman kesehatan mental siswa pengurus organisasi di MAN 1 Kota Gorontalo melalui psikoedukasi burnout dan manajemen waktu. Siswa yang aktif dalam organisasi sekolah menghadapi tuntutan ganda antara akademik dan keorganisasian yang berpotensi menimbulkan kelelahan fisik maupun mental. Metode pelaksanaan kegiatan terdiri atas tiga tahap, yaitu persiapan melalui observasi dan wawancara, pelaksanaan psikoedukasi menggunakan ceramah interaktif, diskusi, studi kasus, dan ice breaking, serta evaluasi melalui refleksi dan pengamatan partisipasi siswa. Materi yang diberikan meliputi pemahaman burnout, faktor penyebab dan dampaknya, serta keterampilan praktis dalam manajemen waktu dan strategi coping stres. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa merespon kegiatan dengan antusias dan mengalami peningkatan pemahaman mengenai burnout serta pentingnya pengelolaan waktu yang efektif. Siswa juga mulai menyadari pentingnya keseimbangan antara kegiatan akademik, organisasi, dan kehidupan personal. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah preventif dalam mencegah burnout serta mendukung terciptanya lingkungan organisasi siswa yang lebih sehat dan berkelanjutan.