Penelitian ini mengkaji peranan masyarakat dalam membentuk perilaku religius anak usia dini (0–6 tahun) dalam konteks sosio-kultural Indonesia. Menggunakan metode systematic literature review (SLR) berdasarkan panduan PRISMA, penelitian menganalisis 27 artikel relevan yang diterbitkan antara tahun 2015–2024 dari jurnal terindeks Scopus dan basis data akademik terkemuka. Kajian ini berlandaskan teori sistem ekologis Bronfenbrenner dan teori sosiokultural Vygotsky untuk menjelaskan mekanisme interaksi komunitas dalam memengaruhi perkembangan religius anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat berperan signifikan melalui tiga jalur utama: (1) pemodelan sosial dan imitasi peran, (2) ritual dan praktik keagamaan kolektif, serta (3) lembaga pendidikan agama berbasis masyarakat seperti Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ), majelis taklim, dan pesantren. Penelitian juga mengidentifikasi tiga faktor moderator, yaitu kualitas interaksi masyarakat-anak, mediasi orang tua, dan faktor sosioekonomi. Penelitian ini memperkenalkan konstruk baru “modal religius komunitas” sebagai kerangka kerja integratif untuk memahami kapasitas komunitas dalam menopang perkembangan religius anak. Temuan ini berkontribusi pada literatur pendidikan anak usia dini berbasis komunitas dan memiliki implikasi praktis bagi pembuat kebijakan, pendidik, dan pemimpin komunitas.
Copyrights © 2026