Permasalahan pengelolaan sampah di wilayah perdesaan umumnya dipengaruhi oleh keterbatasan sistem pencatatan yang masih manual serta rendahnya transparansi nilai ekonomi dari sampah. Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan sekaligus mengimplementasikan aplikasi Resik Artha, yaitu sistem digital terintegrasi untuk manajemen bank sampah di Desa Margodadi, Lampung Selatan. Metode yang digunakan adalah Participatory Rural Appraisal (PRA) dengan melibatkan 55 peserta melalui tahapan edukasi sosial dan pelatihan teknis. Aplikasi ini dikembangkan menggunakan arsitektur Progressive Web App (PWA) berbasis Node.js dan PostgreSQL guna menjamin keamanan serta kemudahan akses data. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan minat partisipasi masyarakat hingga 100% serta penguatan praktik ekonomi sirkular melalui fitur perdagangan digital. Digitalisasi terbukti mampu meminimalkan hambatan administratif dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap sistem pengelolaan sampah berkelanjutan.
Copyrights © 2026