Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh modal kerja, lama usaha, dan inovasi produk terhadap pendapatan pelaku UMKM kuliner di Pasar Rakyat Kuliner Jambangan, Kecamatan Jambangan, Kota Surabaya, baik secara parsial maupun simultan. Pasar yang dikelola Pemerintah Kota Surabaya ini memiliki 317 stan aktif dengan tingkat pendapatan yang bervariasi antarpedagang. Perbedaan tersebut mendorong dilakukannya penelitian untuk mengidentifikasi faktor-faktor internal yang memengaruhi pendapatan UMKM kuliner. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif asosiatif. Data primer diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada 76 pelaku UMKM yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dianalisis menggunakan regresi linear berganda setelah melalui uji validitas, reliabilitas, dan asumsi klasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial modal kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan (t = 19,934; sig. = 0,000), demikian pula lama usaha (t = 5,289; sig. = 0,000) dan inovasi produk (t = 7,542; sig. = 0,000). Secara simultan, ketiga variabel tersebut berpengaruh signifikan terhadap pendapatan UMKM kuliner (F = 501,198; sig. = 0,000). Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,954 menunjukkan bahwa 95,4% variasi pendapatan dapat dijelaskan oleh modal kerja, lama usaha, dan inovasi produk, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian. Modal kerja menjadi variabel yang paling dominan dengan nilai koefisien beta sebesar 0,637, diikuti inovasi produk (β = 0,284) dan lama usaha (β = 0,197). Temuan ini menunjukkan bahwa pengelolaan modal kerja yang efektif, pengalaman usaha yang memadai, serta inovasi produk yang berkelanjutan merupakan faktor penting dalam meningkatkan pendapatan UMKM kuliner.
Copyrights © 2026