Kemunculan konsep social commerce yang dimanifestasikan secara kuat oleh TikTok Shop, telah merevolusi cara konsumen bertransaksi serta dampak dari digitalisasi ini terlihat sangat kontras pada eskalasi permintaan di sektor industri kecantikan dan perawatan wajah. Merek perawatan kulit Skintific sukses menjadi pemimpin dalam pasar ini dengan menerapkan beragam strategi pemasaran yang komprehensif. Fokus utama dari kajian ini adalah mengeksplorasi preferensi konsumsi mahasiswa di wilayah Surabaya Timur saat bertransaksi di ekosistem TikTok Shop, khususnya untuk produk Skintific. Secara spesifik, investigasi dilakukan untuk mengukur bagaimana determinasi faktor citra merek, momentum promosi payday, serta strategi paket bundling mengintervensi keputusan belanja tersebut, baik secara parsial maupun simultan. Riset kuantitatif ini menetapkan mahasiswa aktif di wilayah Surabaya Timur pengakses TikTok Shop yang telah membeli produk Skintific sebagai unit analisis, dengan teknik penentuan sampel berupa purposive sampling. Data primer yang didapatkan dari kuesioner elektronik dianalisis lewat metodologi regresi linear berganda. Operasionalisasi analisis data tersebut dilakukan melalui lima tahap krusial: uji kualitas instrumen, prasyarat asumsi klasik, pengujian hipotesis secara parsial, pengujian secara bersama-sama, serta kalkulasi nilai koefisien determinasi. Temuan empiris mengonfirmasi bahwa secara individual, citra merek, momentum diskon payday, dan pengelompokan produk (bundling) memicu eskalasi keputusan pembelian secara signifikan. Di antara ketiganya, preferensi mahasiswa paling condong pada skema bundling produk, sebuah realitas yang didorong oleh motivasi efisiensi biaya dan fungsionalitas produk. Lebih lanjut, pengujian secara bersama-sama menunjukkan sinergi yang signifikan dari ketiga aspek tersebut terhadap perilaku pasar. Melalui estimasi koefisien determinasi, variabilitas keputusan pembelian baru terjawab sebagian oleh model yang diajukan, sementara sisa variansnya merupakan domain dari variabel lain yang belum terakomodasi dalam riset ini.
Copyrights © 2026