Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh belanja operasional dan belanja modal terhadap Indeks Pembangunan Manusia (PKM) di Kota Surabaya, dengan motivasi bahwa meskipun PKM terus meningkat setiap tahun, belanja operasional dan belanja modal justru menunjukkan tren fluktuasi. Pendekatan kuantitatif digunakan dengan menggunakan analisis regresi linier berganda pada data deret waktu dari tahun 2011 hingga 2025, yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Surabaya dan portal SKID. Analisis dilakukan menggunakan perangkat lunak EViews. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, secara simultan, belanja operasional dan belanja modal memiliki pengaruh signifikan terhadap PKM di Kota Surabaya. Secara parsial, belanja operasional memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap PKM, menunjukkan bahwa peningkatan belanja operasional dikaitkan dengan penurunan PKM. Sementara itu, belanja modal menunjukkan pengaruh negatif tetapi tidak signifikan, artinya belanja modal yang lebih tinggi belum mampu meningkatkan pembangunan manusia secara signifikan. Temuan ini menunjukkan bahwa pemerintah daerah harus mempertimbangkan kembali komposisi belanja operasional dan mengarahkan belanja modal ke infrastruktur yang secara langsung mendukung sektor pendidikan dan kesehatan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Copyrights © 2026