Penelitian ini bertujuan untuk memprakirakan nilai daya dukung Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciwulan sebagai indikator keberlanjutan pengelolaan sumber daya alam di wilayah tersebut. Pendekatan yang digunakan bersifat evaluatif-kuantitatif sesuai dengan Peraturan Menteri Kehutanan P.61/Menhut-II/2014 dengan mengintegrasikan lima indikator utama: kondisi lahan, tata air, sosial ekonomi, nilai investasi bangunan, dan pemanfaatan ruang wilayah. Data yang dianalisis berasal dari citra satelit, peta topografi, data hidrometeorologi, survei lapangan, dan data sekunder dari instansi terkait untuk periode 2020–2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi DAS Ciwulan mengalami tekanan ekologis yang ditandai oleh tingginya tingkat erosi, penurunan tutupan vegetasi, dan fluktuasi debit air yang memengaruhi fungsi hidrologis dan sosial ekonomi. Nilai akhir daya dukung DAS Ciwulan berada pada kategori buruk dengan skor 106,75, yang menandakan perlunya upaya konservasi dan rehabilitasi lahan di wilayah hulu serta pengendalian pemanfaatan ruang di wilayah budidaya. Temuan ini memberikan dasar ilmiah bagi pemerintah daerah dan pemangku kepentingan untuk merumuskan kebijakan pengelolaan DAS yang adaptif, berbasis daya dukung, dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026