Pernikahan usia dini masih menjadi masalah kesehatan reproduksi remaja yang berdampak terhadap kesehatan fisik, psikologis, pendidikan, dan sosial ekonomi. Rendahnya pengetahuan remaja mengenai dampak pernikahan usia dini menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi tingginya angka pernikahan usia muda. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan reproduksi terhadap tingkat pengetahuan remaja tentang pernikahan usia dini di SMP 002 Malinau Barat. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan metode quasi experimental melalui pendekatan one group pretest-posttest design. Sampel penelitian berjumlah 33 responden yang dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner terstruktur sebanyak 18 item pertanyaan. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum diberikan pendidikan kesehatan reproduksi sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan cukup sebanyak 14 responden (42,4%), sedangkan setelah intervensi sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan baik sebanyak 30 responden (90,9%). Hasil uji Wilcoxon diperoleh nilai p-value 0,000 (<0,05), yang berarti terdapat pengaruh pendidikan kesehatan reproduksi terhadap tingkat pengetahuan remaja tentang pernikahan usia dini di SMP 002 Malinau Barat. Pendidikan kesehatan reproduksi efektif meningkatkan pengetahuan remaja sehingga perlu dilakukan secara rutin dan berkelanjutan di lingkungan sekolah.
Copyrights © 2026