Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Pendidikan Kesehatan Reproduksi Terhadap Tingkat Pengetahuan Remaja Tentang Pernikahan Usia Dini Di SMP 002 Malinau Barat Dwi Mega Selfiana; Widya Astutik; Ridha Wahyuni; Risnawati
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.779

Abstract

Pernikahan usia dini masih menjadi masalah kesehatan reproduksi remaja yang berdampak terhadap kesehatan fisik, psikologis, pendidikan, dan sosial ekonomi. Rendahnya pengetahuan remaja mengenai dampak pernikahan usia dini menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi tingginya angka pernikahan usia muda. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan reproduksi terhadap tingkat pengetahuan remaja tentang pernikahan usia dini di SMP 002 Malinau Barat. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan metode quasi experimental melalui pendekatan one group pretest-posttest design. Sampel penelitian berjumlah 33 responden yang dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner terstruktur sebanyak 18 item pertanyaan. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum diberikan pendidikan kesehatan reproduksi sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan cukup sebanyak 14 responden (42,4%), sedangkan setelah intervensi sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan baik sebanyak 30 responden (90,9%). Hasil uji Wilcoxon diperoleh nilai p-value 0,000 (<0,05), yang berarti terdapat pengaruh pendidikan kesehatan reproduksi terhadap tingkat pengetahuan remaja tentang pernikahan usia dini di SMP 002 Malinau Barat. Pendidikan kesehatan reproduksi efektif meningkatkan pengetahuan remaja sehingga perlu dilakukan secara rutin dan berkelanjutan di lingkungan sekolah.
The Effect of Giving Boiled Red Betel Leaf Water on Leucorrhea in Adolescent Girls of Grade XII at SMA Negeri 1 Sangkulirang Desy Afriani Sysca; Tuti Meihartati; Widya Astutik; Chandra Sulistyorini
Eduvest - Journal of Universal Studies Vol. 5 No. 8 (2025): Eduvest - Journal of Universal Studies
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/eduvest.v5i8.51093

Abstract

Adolescent girls frequently experience leucorrhea, which can be either normal or pathological. According to WHO (2024), trichomoniasis is one of the primary causes of pathological leucorrhea, and over 1 million instances of curable STIs affect women between the ages of 15 and 49 every day. This study aimed to analyze the effect of giving red betel leaf decoction on the incidence of vaginal discharge in adolescent girls in grade XII at SMA Negeri 1 Sangkulirang. Method: This study used a quasi-experimental without a control design. The sample consisted of 30 female students who experienced vaginal discharge, selected using consecutive sampling techniques. The intervention was carried out by administering 70 ml of red betel leaf decoction twice a day for seven days. Measurements were taken before and after the intervention using questionnaires and observation sheets. This showed a significant decrease in the severity of vaginal discharge after the intervention. The Wilcoxon Signed Rank Test showed a p-value <0.001, which showed a significant difference before and after giving red betel leaf decoction. The Mean Ranks and Z-score values also showed a significant decrease. This indicates that red betel leaf decoction is effective in reducing vaginal discharge in female adolescents. Therefore, this method can be an alternative natural treatment that is safe and easy to apply. It is expected that the results of this study can provide benefits for young women in maintaining their reproductive health.
Pengaruh Edukasi Digital Berbasis Storytelling tentang Perencanaan Kehamilan Terhadap Penurunan Resiko Stunting Nurgita Febrianty; Hestri Norhapifah; Risna wati; Widya Astutik
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 10 (2026): Volume 8 Nomor 10 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i10.26163

Abstract

ABSTRACT Stunting remains a major public health problem that affects children's growth and development and is closely related to maternal health conditions and pregnancy preparedness. The development of digital technology creates opportunities for innovative health education through digital storytelling approaches to improve reproductive health literacy and pregnancy planning awareness. This study aimed to analyze the effect of digital storytelling-based education about pregnancy planning on reducing the risk of stunting based on literature review studies. This study used a literature review method with a descriptive analytic approach. Article searches were conducted through Google Scholar and PubMed databases using keywords related to digital education, storytelling, pregnancy planning, and stunting. The selected articles were Indonesian and English full-text scientific articles published during 2022–2026. The review process resulted in 19 articles that met the inclusion criteria and were analyzed narratively. The findings showed that digital education effectively improved reproductive health knowledge, attitudes, and preventive behavior among adolescents and women of reproductive age. Storytelling approaches enhanced participants’ understanding and emotional engagement in receiving health information. Pregnancy planning, maternal nutritional status, prenatal care, and preconception mentoring were found to contribute to stunting prevention efforts. The integration of digital education and storytelling demonstrated potential as an innovative strategy for maternal health promotion and stunting prevention. Digital storytelling-based education has the potential to improve understanding of pregnancy planning and support stunting prevention through increased reproductive health literacy and maternal readiness before pregnancy. Keywords: Digital Education, Storytelling, Pregnancy Planning, Stunting, Maternal Health.  ABSTRAK Stunting masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat yang memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak serta berkaitan erat dengan kondisi kesehatan ibu dan kesiapan kehamilan. Perkembangan teknologi digital membuka peluang inovasi edukasi kesehatan melalui pendekatan storytelling digital untuk meningkatkan literasi kesehatan reproduksi dan kesadaran perencanaan kehamilan.  Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh edukasi digital berbasis storytelling tentang perencanaan kehamilan terhadap penurunan risiko stunting berdasarkan studi literatur. Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan pendekatan deskriptif analitik. Penelusuran artikel dilakukan melalui database Google Scholar dan PubMed menggunakan kata kunci yang berkaitan dengan edukasi digital, storytelling, perencanaan kehamilan, dan stunting. Artikel yang dipilih merupakan artikel ilmiah full text berbahasa Indonesia dan Inggris yang dipublikasikan pada tahun 2022–2026. Hasil seleksi literatur memperoleh 19 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis secara naratif. Hasil kajian menunjukkan bahwa edukasi digital efektif meningkatkan pengetahuan kesehatan reproduksi, sikap, dan perilaku preventif pada remaja maupun wanita usia subur. Pendekatan storytelling mampu meningkatkan pemahaman dan keterlibatan emosional peserta dalam menerima informasi kesehatan. Perencanaan kehamilan, status gizi maternal, pelayanan prenatal, dan pendampingan pra-konsepsi terbukti berkontribusi terhadap upaya pencegahan stunting. Integrasi edukasi digital dan storytelling memiliki potensi sebagai strategi inovatif dalam promosi kesehatan maternal dan pencegahan stunting. Edukasi digital berbasis storytelling berpotensi meningkatkan pemahaman mengenai perencanaan kehamilan serta mendukung upaya pencegahan stunting melalui peningkatan literasi kesehatan reproduksi dan kesiapan maternal sebelum kehamilan. Kata Kunci: Edukasi Digital, Storytelling, Perencanaan Kehamilan, Stunting, Kesehatan Maternal.