Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kompetensi spiritual guru terhadap kompetensi peserta didik pada era digital di Sekolah Dasar Teologi Kristen (SDTK) wilayah Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi (Jabotabek). Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya mutu pendidikan di Indonesia serta pentingnya penguatan kualitas guru dalam aspek spiritualitas sebagai dasar pembentukan karakter peserta didik. Secara teoretis, kompetensi spiritual guru mencakup dimensi iman kepada Firman Allah, hidup yang diperbaharui, iman kepada Yesus Kristus, komitmen, karunia mendidik, dan keteladanan hidup, sedangkan kompetensi peserta didik meliputi ranah kognitif, afektif, dan psikomotor. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 96 responden yang ditentukan melalui teknik sampling Isaac dan Michael. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner, dan dianalisis dengan uji statistik pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi spiritual guru berada pada kategori tinggi (mean = 88,92), sedangkan kompetensi peserta didik berada pada kategori sedang (mean = 60,33). Uji hipotesis menunjukkan adanya pengaruh signifikan kompetensi spiritual guru terhadap kompetensi peserta didik, terutama pada ranah afektif. Disimpulkan bahwa penguatan kompetensi spiritual guru menjadi faktor penting dalam meningkatkan mutu pendidikan Kristen yang holistik dan kontekstual di era digital.
Copyrights © 2026