Latar Belakang : Meskipun akses layanan kesehatan modern tersedia, keterikatan masyarakat Gorontalo terhadap tradisi Tontholo cukup tinggi karena diyakini sebagai bentuk ritual adat pemulihan fisik dan batin ibu postpartum. Kepercayaan yang kuat ini menunjukkan perlunya eksplorasi mendalam terhadap makna dan praktik tersebut guna mewujudkan pelayanan kesehatan yang peka terhadap budaya lokal. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi makna, pengalaman, dan praktik tradisi Tontholo dalam perawatan ibu postpartum. Metode : Penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi ini menggunakan teknik snowball sampling untuk memilih 3 orang informan utama (ibu postpartum) danĀ 6 orang informan kunci di Di Desa Taluduyunu Utara Kabupaten Pohuwato. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Analisis data menggunakan teknik tematik. Hasil penelitian : menunjukkan bahwa Tontholo dimaknai subjektif sebagai warisan leluhur yang wajib dijalankan karena bermanfaat secara fisik, dan pelaksanaannya diniatkan sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT dan tidak melanggar syariat. Dari perspektif kesehatan, Tontholo dimaknai sebagai metode pemulihan fisik alami yang berfungsi mempercepat involusi uterus, melancarkan sirkulasi darah melalui terapi uap/panas, dan sebagai relaksasi otot pascapersalinan. Pengalaman informan menunjukkan bahwa penggunaan ramuan herbal dalam Tontholo memberikan efek relaksasi yang meningkatkan pemulihan dan menurunkan kecemasan, sehingga berperan dalam pencegahan postpartum blues. Kesimpulan : Tradisi Tontholo merupakan praktik perawatan masa nifas yang mengintegrasikan aspek budaya, spiritualitas, dan kesehatan fisik dan secara klinis, terbukti mendukung pemulihan fisikĀ yang efektif Saran : Perlu adanya sinergi antara tenaga kesehatan dan praktisi tradisional untuk memastikan keamanan bahan ramuan tanpa menghilangkan unsur budaya dan tradisi adat Gorontalo.
Copyrights © 2026