Komunikasi terapeutik perawat merupakan salah satu bentuk komunikasi professional yang bertujuan membantukeluarga pasien memahami kondisi pasien serta memberikan dukungan emosional selama proses perawatan diruangan Intensive Care Unit (ICU). Lingkungan ICU yang penuh tekanan dan kondisi pasien yang kritis seringmenimbulkan kecemasan serta mempengaruhi sikap keluarga pasien terhadap pelayanan keperawatan. Olehkarena itu, komunikasi terapeutik yang baik sangat diperlukan untuk membangun hubungan saling percayaantara perawat dan keluarga pasien. Tujuan Penelitian : untuk mengetahui Hubungan Komunikasi TerapeutikDengan Sikap Keluarga Pasien DiRuangan ICU RSUD Prof. Dr. H. Aloei Saboe Kota Gorontalo. Penelitian inimenggunakan metode kuantitatif dengan desain analtik korelasional dan pendekatan cross sectional. Sampelpenelitian berjumlah 30 responden yang merupakan keluarga pasien ICU, dipilih menggunakan TeknikAccidental Sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan lembar observasi komunikasi terapeutik dankuesioner sikap keluarga pasien, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkanbahwa komunikasi terapeutik kategori baik sebanyak 21 responden (70%) dan kategori cukup sebanyak 9responden (30%). Sikap keluarga pasien kategori baik sebanyak 23 responden (76,7%) dan kategori cukupsebanyak 7 responden (23,3%). Hasil uji bivariat menunjukkan uji Chi Square menunjukkan nilai P-value<0,05, yang berarti terdapat hubungan signifikan antara komunikasi terapeutik dengan sikap keluarga pasiendiruangan ICUKesimpulan : Komunikasi terapeutik memiliki hubungan yang signifikan dengan sikap keluarga pasiendiruangan ICU. hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan masukan bagi tenaga Kesehatan khususnyaperawat untuk meningkatkan kualitas komunikasi terapeutik dalam memberikan pelayanan keperawatan secaraholistic kepada keluarga pasien.
Copyrights © 2026