Indeks Massa Tubuh menurut Umur (IMT/U) merupakan indikator penting untuk menilai status gizi bayi,mencerminkan keseimbangan antara berat dan panjang badan sesuai usia. Peningkatan IMT/U menujukkanperbaikan status gizi, sedangkan IMT/U rendah berisiko menyebabkan pertumbuhan linear terhambat (stunting).Massage tuina merupakan intervensi non-farmakologis yang dapat merangsang nafsu makan dan meningkatkanpenyerapan nutrisi, berpotensi menigkatkan IMT/U pada bayi. Tujuan penelitian: mengetahui pengaruh massagetuina dibandingkan edukasi terkait stunting terhadap peningkatan IMT sebagai upaya pencegahan stunting padabayi usia 6–24 bulan di Posyandu Cicarulang. Penelitian menggunakan desain quasi-experimental pretest-posttest two group design dengan 25 sampel bayi usia 6–24 bulan berisiko stunting, dibagi menjadi kelompokmassage tuina dan edukasi, serta diukur menggunakan Z-score IMT/U. Hasil: kelompok massage tuinamenunjukkan peningkatan IMT/U signifikan (p=0,001; p<0,05), sedangkan kelompok edukasi tidak signifikandengan nilai (p=0,339; p>0,05). Terdapat perbedaan signifikan antar kelompok (p=0,001), massage tuinaterbukti lebih efektif. Kesimpulan: Massage tuina berpengaruh signifikan terhadap peningkatan IMT/U padabayi berisiko stunting usia 6-24 bulan dan lebih efektif dibandingkan edukasi stunting di Posyandu Cicarulang.Massage tuina dapat dipertimbangan sebagai intervensi non-farmakologis berbasis komunitas secara rutindisertai edukasi gizi.
Copyrights © 2026