p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Borneo Nursing Journal
Siti Nadhir Ollin Norlinta
Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Hubungan Risiko Sarkopenia Dengan Risiko Jatuh Pada Lansia Di Posyandu Lansia Anggrek VIII Dusun Genitem, Yogyakarta Shafira Iffah Azhari; Siti Nadhir Ollin Norlinta
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.662

Abstract

Penuaan menyebabkan penurunan massa dan kekuatan otot yang dapat meningkatkan risiko jatuh pada lansia. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan risiko sarkopenia dengan risiko jatuh pada lansia di Posyandu Lansia Anggrek VIII Dusun Genitem, Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional ini melibatkan 101 responden yang dipilih secara purposive sampling. Risiko sarkopenia diukur menggunakan kuesioner SARC-F, kekuatan otot ekstremitas bawah menggunakan leg dynamometer, dan risiko jatuh menggunakan Timed Up and Go Test (TUGT). Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman Rank dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil menunjukkan sebagian besar responden tidak berisiko sarkopenia (77,2%) dan memiliki risiko jatuh ringan (71,3%). Uji bivariat menunjukkan terdapat hubungan bermakna antara risiko sarkopenia dan risiko jatuh (p=0,000) dengan koefisien korelasi 0,572 yang berarti kekuatan hubungan sedang dan arah positif. Semakin tinggi risiko sarkopenia, semakin besar risiko jatuh pada lansia. Keterbatasan penelitian ini adalah desain cross-sectional yang tidak dapat menjelaskan hubungan kausal serta keterbatasan lokasi pada satu posyandu. Disarankan dilakukan penelitian longitudinal dengan sampel lebih luas serta intervensi penguatan otot untuk mencegah risiko jatuh. Sarkopenia merupakan faktor penting yang perlu dideteksi dan dicegah sejak dini untuk mempertahankan kemandirian dan kualitas hidup lansia.
Pengaruh Massage Tuina Dan Edukasi Untuk Peningkatan Indeks Massa Tubuh (IMT) Sebagai Upaya Pencegahan Stunting Rika Rahmawati; Rizky Wulandari; Siti Nadhir Ollin Norlinta
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.915

Abstract

Indeks Massa Tubuh menurut Umur (IMT/U) merupakan indikator penting untuk menilai status gizi bayi,mencerminkan keseimbangan antara berat dan panjang badan sesuai usia. Peningkatan IMT/U menujukkanperbaikan status gizi, sedangkan IMT/U rendah berisiko menyebabkan pertumbuhan linear terhambat (stunting).Massage tuina merupakan intervensi non-farmakologis yang dapat merangsang nafsu makan dan meningkatkanpenyerapan nutrisi, berpotensi menigkatkan IMT/U pada bayi. Tujuan penelitian: mengetahui pengaruh massagetuina dibandingkan edukasi terkait stunting terhadap peningkatan IMT sebagai upaya pencegahan stunting padabayi usia 6–24 bulan di Posyandu Cicarulang. Penelitian menggunakan desain quasi-experimental pretest-posttest two group design dengan 25 sampel bayi usia 6–24 bulan berisiko stunting, dibagi menjadi kelompokmassage tuina dan edukasi, serta diukur menggunakan Z-score IMT/U. Hasil: kelompok massage tuinamenunjukkan peningkatan IMT/U signifikan (p=0,001; p<0,05), sedangkan kelompok edukasi tidak signifikandengan nilai (p=0,339; p>0,05). Terdapat perbedaan signifikan antar kelompok (p=0,001), massage tuinaterbukti lebih efektif. Kesimpulan: Massage tuina berpengaruh signifikan terhadap peningkatan IMT/U padabayi berisiko stunting usia 6-24 bulan dan lebih efektif dibandingkan edukasi stunting di Posyandu Cicarulang.Massage tuina dapat dipertimbangan sebagai intervensi non-farmakologis berbasis komunitas secara rutindisertai edukasi gizi.