Perkembangan teknologi memicu tren gaya hidup (lifestyle) konsumtif di kalangan mahasiswa Generasi Z di Kabupaten Bone. Penelitian kuantitatif asosiatif kausal ini bertujuan menganalisis pengaruh literasi keuangan syariah terhadap pengelolaan keuangan mahasiswa di tengah dinamika tersebut. Melalui metode purposive sampling, diperoleh sampel 96 mahasiswa aktif yang mengisi kuesioner skala Likert. Data dianalisis menggunakan uji Korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan pemahaman literasi keuangan syariah mahasiswa berada pada kategori Sangat Tinggi (mean = 51,64) dan pengelolaan keuangan berada pada kategori Tinggi/Baik (mean = 49,25). Hasil uji hipotesis menunjukkan hubungan positif yang kuat dan signifikan (r = 0,740; Sig. < 0,001) antar-variabel. Pengetahuan prinsip syariah, seperti larangan israf menjadi kontrol internal efektif bagi mahasiswa dalam mengalokasikan dana. Meski demikian, implementasinya tetap menghadapi tantangan resistensi dari tren modernisasi dan tuntutan eksistensi sosial di Kota Watampone. Penelitian ini menyimpulkan bahwa literasi keuangan syariah strategis dalam mengendalikan perilaku konsumtif, namun membutuhkan internalisasi praktikal agar mahasiswa mampu mengelola keuangan secara bijak di tengah tekanan gaya hidup
Copyrights © 2026