ABSTRACT Developing practical prayer skills in elementary Islamic Religious Education (IRE) requires a learning environment that enables students to acquire competencies through direct interaction rather than relying solely on teacher explanations. Opportunities for students to engage in discussion, exchange feedback, and support their peers during learning activities, however, remain underutilized, limiting the development of meaningful learning experiences in worship practice. This study explores how student interactions emerge when the demonstration method is integrated with peer tutoring in Islamic Religious Education classes. A descriptive qualitative approach was employed, involving an Islamic Religious Education teacher and elementary school students as the research participants. Data were collected through classroom observations, interviews, and documentation, and were analyzed using data reduction, data display, and conclusion drawing, while source and technique triangulation were applied to enhance the credibility of the findings. The learning process revealed more intensive communication, increased questioning, collaborative discussions, peer feedback, correction of prayer movements, and mutual assistance among students during practice sessions. The integration of demonstration and peer tutoring created opportunities for scaffolding and modeling among students, strengthening not only practical worship skills but also communication, collaboration, and active participation. These findings suggest that combining teacher demonstrations with peer support enriches students' learning experiences by fostering a more engaging, collaborative, and student-centered learning environment. ABSTRAK Pengalaman belajar pada materi praktik salat di sekolah dasar memerlukan lingkungan pembelajaran yang memungkinkan peserta didik membangun keterampilan melalui interaksi langsung, bukan hanya menerima penjelasan dari guru. Kesempatan untuk saling berdiskusi, memberikan umpan balik, dan membantu teman selama proses pembelajaran masih belum dimanfaatkan secara optimal sehingga dinamika belajar yang mendukung penguasaan keterampilan praktik ibadah belum berkembang secara maksimal. Kajian ini memusatkan perhatian pada bagaimana interaksi siswa terbentuk ketika metode demonstrasi dipadukan dengan tutor sebaya dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif yang melibatkan guru PAI dan siswa sekolah dasar sebagai subjek penelitian. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara berkelanjutan melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dengan dukungan triangulasi sumber dan triangulasi teknik untuk menjaga kredibilitas temuan. Dinamika pembelajaran memperlihatkan berkembangnya komunikasi yang lebih intensif, aktivitas bertanya, diskusi antarsiswa, pemberian umpan balik, perbaikan gerakan salat, serta pendampingan terhadap teman yang mengalami kesulitan. Integrasi kedua metode tersebut menghadirkan proses scaffolding dan modeling antarsiswa yang memperkuat keterampilan praktik ibadah sekaligus menumbuhkan kolaborasi, partisipasi, dan kemampuan berkomunikasi. Temuan ini memperlihatkan bahwa pembelajaran praktik salat memperoleh nilai tambah ketika demonstrasi guru dipadukan dengan dukungan teman sebaya sehingga tercipta pengalaman belajar yang lebih interaktif, kolaboratif, dan berpusat pada siswa.
Copyrights © 2026