Jagung merupakan salah satu komoditas pertanian strategis di Indonesia dengan produksi nasional mencapai lebih dari 23 juta ton per tahun, namun pemanfaatan hasil sampingannya, khususnya kulit jagung, masih sangat terbatas. Limbah kulit jagung umumnya hanya dimanfaatkan sebagai pakan ternak atau dibuang begitu saja, sehingga menimbulkan permasalahan lingkungan sekaligus kehilangan peluang ekonomi yang berharga. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai potensi ekonomi kulit jagung sebagai bahan baku kerajinan bernilai tinggi, memberikan pelatihan keterampilan teknis pengolahan kulit jagung menjadi produk kreatif; serta mendorong terbentuknya unit usaha berbasis ekonomi kreatif di lingkungan masyarakat Desa Asam Kumbang. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif yang mencakup tiga fase utama, yaitu sosialisasi dan edukasi, pelatihan praktik langsung, serta evaluasi dampak. Kegiatan dilaksanakan pada hari Kamis, 30 April 2026, di Desa Asam Kumbang, Kecamatan Medan Selayang, Kota Medan, dengan melibatkan tim pengabdian yang terdiri atas 6 orang. Peserta utama adalah ibu-ibu rumah tangga yang memenuhi kriteria inklusi sebagai kelompok sasaran kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan keterampilan peserta dalam mengolah kulit jagung menjadi produk bernilai ekonomi seperti bunga hias, tas anyaman, kotak tisu, buket dan aksesori fashion. Secara keseluruhan, program pengabdian masyarakat ini terbukti efektif dalam meningkatkan kompetensi teknis, kesadaran lingkungan, dan kapasitas wirausaha masyarakat, sekaligus membuka peluang pendapatan tambahan yang berkelanjutan bagi keluarga di wilayah sasaran.
Copyrights © 2026