This study aims to analyze how a Mobile Legends: Bang Bang team applies group communication strategies to formulate and execute competitive gameplay tactics. A qualitative approach was used through in-depth interviews with five core players, a manager, and a supporting informant to explore coordination patterns that emerge during training and matches. The findings show that effective communication develops through shared playing experience, structured role division, and internal terminology that shortens instructions. The jungler and roamer hold strategic responsibility in reading game situations, setting tempo, and initiating decisions, while other players support with brief lane-based reports. Strategic adaptation occurs quickly due to stable collective understanding and consistent practice habits. Routine evaluations after scrims identify mistakes, refine communication patterns, and enhance trust among players. The results highlight that group communication influences the effectiveness of coordination and contributes to performance stability in competition. Thus, targeted communication becomes essential for building synergy, improving responsiveness, and maximizing tactical execution throughout gameplay. Additionally, emotional dynamics such as trust, pressure management, and openness to feedback support a productive working relationship and prevent internal conflict over time. These insights provide practical implications for competitive teams aiming to optimize collaboration and communication outcomes in esports contexts today. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana strategi komunikasi kelompok diterapkan oleh tim Mobile Legends Bang Bang dalam penyusunan dan pelaksanaan taktik permainan kompetitif. Pendekatan kualitatif digunakan melalui wawancara mendalam dengan lima pemain inti, satu manajer, dan satu informan pendukung untuk menggali pola koordinasi yang muncul selama latihan dan pertandingan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi efektif terbentuk melalui pengalaman bermain bersama, pembagian peran yang terstruktur, serta penggunaan istilah internal untuk mempersingkat instruksi. Jungler dan roamer memiliki tanggung jawab strategis dalam membaca situasi permainan, mengatur tempo, dan menentukan keputusan awal, sementara pemain lain mendukung dengan laporan singkat sesuai kondisi lane masing-masing. Adaptasi strategi berjalan cepat karena pemahaman kolektif yang stabil dan kebiasaan berlatih yang konsisten. Evaluasi rutin setelah scrim membantu mengidentifikasi kesalahan, memperbaiki pola komunikasi, dan meningkatkan kepercayaan antarpemain. Temuan ini menegaskan bahwa komunikasi kelompok tidak hanya memengaruhi efektivitas koordinasi, tetapi juga berperan dalam menjaga stabilitas kinerja tim dalam kompetisi. Dengan demikian, strategi komunikasi yang terarah menjadi elemen penting untuk membangun sinergi, meningkatkan responsivitas, dan memaksimalkan eksekusi taktik selama permainan berlangsung. Selain itu, penelitian ini menyoroti bahwa dinamika emosional seperti kepercayaan, kontrol tekanan, dan kemampuan menerima kritik turut mendukung hubungan kerja yang kondusif serta mencegah konflik internal dalam tim secara berkelanjutan optimal.
Copyrights © 2026