Meskipun merupakan salah satu produsen kopi terbesar di dunia, Indonesia menghadapi tantangan dalam menjaga kinerja ekspor yang kompetitif karena fluktuasi harga global, kualitas produksi, dan kebijakan perdagangan. Penelitian ini menggunakan kombinasi model Revealed Comparative Advantage (RCA) dan Autoregressive Distributed Lag (ARDL) untuk menganalisis dinamika jangka pendek dan panjang dari faktor-faktor kunci seperti volume produksi, nilai tukar, dan jumlah ekspor kopi Indonesia dari tahun 2001 hingga 2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Indonesia memiliki keunggulan komparatif yang moderat dalam ekspor kopi, dengan dampak produksi, nilai tukar, dan daya saing ekspor kopi yang signifikan. Hasil pengujian juga menunjukkan bahwa tingkat indeks daya saing ekspor kopi Indonesia lebih rendah dibandingkan dengan tiga negara lainnya, Brasil, Vietnam, dan Kolombia. Penelitian ini menekankan pentingnya peningkatan kualitas produk, diversifikasi pasar, dan penyesuaian kebijakan untuk meningkatkan daya saing ekspor kopi Indonesia. Selain itu, variabel nilai tukar tidak mempengaruhi ekspor kopi Indonesia dalam jangka panjang, sedangkan daya saing dan produksi kopi mempengaruhi ekspor kopi dalam jangka panjang. Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi faktor-faktor non-harga ini dan memperluas analisis ke beberapa negara untuk memberikan pemahaman yang lebih luas tentang perdagangan kopi global.
Copyrights © 2026