Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran stres yang dialami oleh narapidana ibu di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Perempuan Kota Kupang. Narapidana ibu merupakan kelompok yang rentan mengalami stres karena harus menjalani hukuman penjara sekaligus tetap menjalankan peran sebagai seorang ibu. Kondisi kehilangan kebebasan, keterbatasan fasilitas, serta jauh dari keluarga dapat menimbulkan tekanan secara fisik maupun psikologis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis tematik. Partisipan dalam penelitian berjumlah lima orang narapidana ibu yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, kemudian dianalisis untuk menemukan tema-tema utama yang berkaitan dengan pengalaman stres partisipan. Stres pada narapidana ibu muncul sejak awal masuk lapas, ditandai dengan ketakutan, tertekan, sedih, tidak nyaman dan mengalami keputusasaan saat menerima vonis hukuman. Kondisi ini diperparah dengan keterpisahan anak dan keluarga. Secara biologis, stres ditunjukkan melalui gangguan tidur, kelelahan fisik, keluhan kesehatan seperti hipertensi, dan perubahan nafsu makan. Secara psikososial, partisipan mengalami kesedihan, kecemasan, kemarahan serta tekanan interpersonal di lingkungan lapas. Partisipan mengembangkan strategi koping seperti pendekatan spiritualitas dan harapan masa depan. Dukungan sosial dari keluarga, sesama narapidana dan petugas berperan dalam menjaga stabilitas emosional. Namun, terdapat hambatan seperti relasi negatif, konflik interpersonal, keterbatasan fasilitas, serta stigma internal antar narapidana. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi pihak lapas untuk memberikan dukungan psikologis yang lebih baik kepada narapidana ibu.
Copyrights © 2026