Proses pembagian tugas Santri Patriot Panji Pelopor Puteri di Pondok Pesantren Nurul Jadid Wilayah Al-Hasyimiyah selama ini masih dilakukan secara manual, sehingga berpotensi menyebabkan ketidakseimbangan distribusi tugas, benturan jadwal, serta kurang efisiennya waktu yang diperlukan dalam penyusunan penugasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan metode maximum flow pada graf bipartit melalui pendekatan maximum flow untuk memperoleh sistem penugasan yang lebih optimal. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kuantitatif yang meliputi tahap identifikasi permasalahan, pengumpulan data melalui wawancara dan dokumentasi, penyusunan matriks bipartit, pembentukan graf bipartit, transformasi graf ke dalam bentuk flow networkx, serta perhitungan aliran maksimum menggunakan bahasa pemrograman Python dengan bantuan pustaka NetworkX. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh 90 santri berhasil memperoleh sedikitnya satu penugasan sesuai dengan batasan yang telah ditetapkan. Selain itu, tidak ditemukan santri yang menerima lebih dari tiga penugasan, dari 53 jenis penugasan yang tersedia, sebanyak 106 penugasan berhasil dialokasikan secara optimal. Temuan ini mengindikasikan bahwa penerapan maximum matching berbasis maximum flow mampu mendukung pemerataan pembagian tugas, mengurangi potensi konflik penjadwalan, serta meningkatkan efektivitas proses penugasan dibandingkan metode yang dilakukan secara manual. Oleh karena itu, pendekatan ini dapat dijadikan alternatif dalam pengelolaan penugasan Santri Patriot Panji Pelopor Puteri yang lebih sistematis dan efisien.
Copyrights © 2026