Urbanisasi yang meningkat pesat di Jakarta mendorong pengembangan hunian vertikal sebagai solusi keterbatasan lahan, namun memunculkan tantangan baru terkait keberagaman sosial penghuni yang berpengaruh terhadap interaksi sosial dalam rumah susun. Penelitian ini bertujuan menganalisis segregasi pemanfaatan ruang komunal pada Rumah Susun Sederhana Sewa KS Tubun berdasarkan Karakteristik Penghuni. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode grounded theory digunakan melalui proses open coding, axial coding, dan selective coding, disertai konten analisis menggunakan perangkat JMP untuk menguji hubungan karakteristik penghuni dengan jenis kegiatan serta lokasi interaksi. Sebanyak 30 responden dipilih secara random sampling, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, dan dokumentasi visual. Dari hasil analisis data terlihat adanya hubungan yang kuat antara tempat berinteraksi sosial dengan karakteristik penghuni. Kelompok dewasa paling aktif memanfaatkan ruang komunal, remaja cenderung memilih ruang semi-terbuka, sementara lansia lebih memilih ruang yang tenang dan dekat dengan hunian. Kelompok mayoritas agama dan etnis memanfaatkan ruang publik secara lebih luas, sedangkan kelompok minoritas lebih selektif dan memilih ruang yang dianggap netral. Tingkat pendidikan turut membedakan preferensi penggunaan ruang formal dan informal. Temuan ini menunjukkan bahwa pemanfaatan ruang komunal masih tersegmentasi dan belum mendukung interaksi yang inklusif. Diperlukan strategi penataan ruang dan pengelolaan berbasis komunitas untuk mendorong interaksi lintas kelompok dan memperkuat kohesi sosial di lingkungan hunian vertikal.
Copyrights © 2026