Suku Badui merupakan masyarakat badui luar dan badui dalam yang menetap di Desa Kanekes, Banten, dengan mata pencaharian utama sebagai petani. Masyarakat Suku Badui memiliki rempah-rempah yang melimpah seperti jahe, cabe, kunyit dan daun jeruk dari hasil kebun, tetapi nilai jualnya rendah karena hanya dijual sebagai bahan mentah. Permasalahan yang dihadapi yaitu keterbatasan pengetahuan tentang teknik pengolahan rempah menjadi bumbu dapur siap pakai yang higienis, praktis, dan tahan lama, serta keterbatasan akses pasar. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengatasi masalah tersebut melalui pelatihan dan pendampingan pembuatan bumbu dapur siap pakai. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pelatihan teknis (pemilihan bahan baku, pengeringan, formulasi bumbu dasar, dan pengemasan). Hasil PkM menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan dan keterampilan mitra dalam memproduksi berbagai varian bumbu dasar berkualitas. Peningkatan pengetahuan dapat dilihat dari nilai pretest dan postest dari 71,3 menjadi 82,85. Pelatihan dan pendampingan ini dapat menciptakan unit usaha baru yang dikelola mandiri oleh Suku Badui . Upaya ini akan berkontribusi pada diversifikasi pendapatan, penguatan ketahanan ekonomi lokal, dan pelestarian kearifan lokal dalam pemanfaatan rempah-rempah.
Copyrights © 2026