MANAJERIAL: Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan
Vol. 6 No. 2 (2026)

RITUAL CUCURANGI TOGO LASALIMU SEBAGAI SUMBER PEMBELAJARAN BERBASIS KEARIFAN LOKAL

Harun Harun (Universitas Muhammadiyah Malang)
Daroe Iswatiningsih (Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Universitas Muhammadiyah Malang)
Lisna Lisna (Magister Pendidikan Bahasa Indonesia. Universitas Muhammadiyah Malang)



Article Info

Publish Date
18 Jun 2026

Abstract

This study examines the structure of the Cucurangi Togo Lasalimu ritual, the local wisdom embedded within it, and its potential as a culturally based learning resource. The research adopts a qualitative approach using an ethnographic design, emphasizing an in-depth understanding of cultural practices within the Lasalimu community, Buton Regency. The findings reveal that the Cucurangi Togo Lasalimu ritual is organized in a systematic sequence of activities that reflects the social and cultural coherence of the community from beginning to end. The ritual embodies interconnected values of local wisdom, including religious, social, ecological, and philosophical dimensions that remain actively present in daily community life. These values not only serve as guiding principles for behavior but also shape a harmonious relationship among humans, nature, and the spiritual realm. Furthermore, the ritual holds strong potential to be integrated into contextual learning, particularly in Indonesian language instruction, such as descriptive texts, explanatory texts, and report texts. This study highlights that local wisdom can be meaningfully integrated into education to strengthen cultural literacy and support character development among students. ABSTRAK Penelitian ini mengkaji struktur ritual Cucurangi Togo Lasalimu, nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung di dalamnya, serta potensinya sebagai sumber pembelajaran berbasis budaya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis etnografi yang menekankan pemahaman mendalam terhadap praktik budaya masyarakat Lasalimu, Kabupaten Buton. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ritual Cucurangi Togo Lasalimu memiliki susunan kegiatan yang teratur dan mencerminkan keterpaduan sosial-budaya masyarakat dari awal hingga akhir pelaksanaan. Di dalamnya terkandung nilai kearifan lokal yang saling berkaitan, meliputi aspek religius, sosial, ekologis, dan filosofis yang hidup dalam keseharian masyarakat. Nilai-nilai tersebut tidak hanya menjadi pedoman dalam bertindak, tetapi juga membentuk hubungan harmonis antara manusia, alam, dan dimensi spiritual. Selain itu, ritual ini memiliki potensi untuk dijadikan sumber pembelajaran kontekstual dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, khususnya pada materi teks deskripsi, teks eksplanasi, dan laporan hasil observasi. Penelitian ini menegaskan bahwa kearifan lokal dapat diintegrasikan ke dalam pembelajaran sebagai upaya memperkuat literasi budaya dan pembentukan karakter peserta didik secara lebih bermakna.    

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

manajerial

Publisher

Subject

Economics, Econometrics & Finance Education Environmental Science Languange, Linguistic, Communication & Media Other

Description

MANAJERIAL: Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan contains writings/articles on the results of thoughts and research results written by teachers, lecturers, experts, scientists, practitioners, and reviewers in all disciplines related to Education Management and ...