Indonesia sebagai negara beriklim tropis dengan potensi sumber daya alam yang melimpah memiliki lahan pertanian luas sehingga berbagai macam tanaman dapat tumbuh. Ketergantungan terhadap pupuk kimia akan berdampak negatif pada tanah jika digunakan secara terus menerus sehingga diperlukan solusi alternatif berupa pupuk organik yang murah dan mudah didapatkan. Desa Sukamakmur memiliki banyak lahan dengan tanaman kipahit yang tinggi kandungan nitrogen, fosfor dan kalium. Desa ini juga mengembangkan maggot BSF untuk dimanfaatkan sebagai pakan unggas dan bioaktivator, sehingga pemanfaatan maggot BSF masih bisa dikembangkan menjadi bahan atau produk yang memiliki manfaat tinggi disektor pertanian Desa Sukamakmur. Pemanfaatan tanaman kipahit yang memiliki kandungan NPK tinggi dikombinasikan dengan maggot BSF yang memiliki kandungan asam amino sehingga diperoleh pupuk NPK dengan asam amino organik. Kombinasi tersebut juga dapat membuka peluang penerapan bioteknologi sederhana berbasis sumber daya lokal dalam menghasilkan pupuk organik cair. Kegiatan pengabdian yang dilakukan diawali dengan perencanaan, pembuatan pupuk, pengaplikasian pupuk dan sosialisasi serta monitoring dan evaluasi. Hasil yang diperoleh yaitu pupuk yang memiliki kandungan NPK serta asam amino yang diperoleh dari daun kipahit yang merupakan tanaman gulma di daerah setempat dan maggot BSF yang merupakan pengurai sampah organik sehingga dapat meningkatkan kesadaran warga akan pemanfaatan bahan organik yang dianggap sebagai limbah menjadi pupuk yang bermanfaat bagi tanaman, lingkungan dan peningkatan perekonomian. Pupuk hasil inovasi ini juga dapat menurunkan ketergantungan kelompok tani terhadap pupuk kimia sehingga berpotensi besar dalam mendukung sistem pertanian berkelanjutan berbasis sumberdaya lokal.
Copyrights © 2026