Pertanian hidroponik merupakan solusi modern yang efisien dengan memanfaatkan larutan nutrisi sebagai sumber hara utama. Namun, penggunaan AB Mix sebagai nutrisi hidroponik sering terkendala oleh harga yang tinggi dan ketersediaan yang tidak stabil, khususnya bagi petani skala kecil. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mengembangkan pupuk organik cair (POC) berbasis limbah organik hasil dekomposisi maggot Black Soldier Fly (BSF) yang diformulasikan dengan Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) dan Jamur Keberuntungan Abadi (JAKABA) sebagai alternatif AB Mix. Program dilaksanakan bersama Kelompok Tani Tirto Bakti II di Desa Sukamakmur, Kecamatan Ajung, melalui metode pelaksanaan yang meliputi observasi, formulasi dua jenis pupuk alternatif (Formula 1: AB Mix 30% + POC Maggot 60% + JAKABA 5% + PGPR 5%; Formula 2: AB Mix 30% + POC Maggot 65% + JAKABA 2% + PGPR 3%), pelatihan, demonstrasi, dan pendampingan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa POC maggot yang dikombinasikan dengan PGPR dan JAKABA memiliki potensi sebagai nutrisi hidroponik yang ekonomis, ramah lingkungan, dan efektif dalam mendukung pertumbuhan tanaman selada keriting, dimana Formula 2 menunjukkan hasil pertumbuhan tinggi tanaman yang mendekati kontrol AB Mix 100% (15,04 cm vs 17,6 cm pada 35 HST) serta mampu mempertahankan kestabilan pH larutan nutrisi pada kisaran netral. Kegiatan ini memberikan manfaat berupa peningkatan kapasitas petani dalam memproduksi nutrisi hidroponik mandiri, pengurangan biaya produksi hingga 50,7% untuk pembelian AB Mix, serta penguatan kelembagaan kelompok tani. Formulasi POC maggot BSF, PGPR, dan JAKABA berhasil menjadi alternatif pengganti parsial AB Mix yang efektif dan aplikatif, serta memberdayakan masyarakat melalui pemanfaatan limbah organik menjadi produk bernilai ekonomi tinggi.
Copyrights © 2026