Budidaya udang vannamei sistem tradisional memiliki peran penting dalam mendukung ekonomi masyarakat pesisir, namun dihadapkan pada berbagai risiko usaha yang dapat mengancam keberlanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat risiko dan resiliensi usaha budidaya udang vannamei sistem tradisional berbasis pendekatan indeks di Kecamatan Parigi Selatan. Penelitian menggunakan metode survei terhadap 33 pembudidaya dengan pengumpulan data melalui kuesioner terstruktur menggunakan skala Likert. Analisis risiko dilakukan menggunakan matriks probability impact, sedangkan variabilitas risiko diukur menggunakan coefficient of variation (CV). Tingkat resiliensi usaha dianalisis menggunakan Livelihood Vulnerability Index (LVI) dan dipetakan menggunakan Multidimensional Scaling (MDS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa risiko utama berada pada aspek produksi dan lingkungan, dengan nilai risiko tertinggi pada penyakit udang sebesar 18,45 dan kualitas air sebesar 16,34. Nilai coefficient of variation sebesar 0,153 menunjukkan bahwa usaha relatif stabil namun tetap menghadapi ketidakpastian. Nilai LVI sebesar 0,50 mengindikasikan bahwa tingkat resiliensi berada pada kategori sedang, dengan kelemahan utama pada dimensi teknis 0,61. Hasil MDS menunjukkan bahwa posisi usaha berada pada kategori moderat menuju rentan, yang menegaskan bahwa faktor teknis menjadi pembatas utama dalam peningkatan resiliensi usaha. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa usaha budidaya masih memiliki kemampuan bertahan, namun kapasitas adaptasi terhadap risiko masih terbatas, sehingga diperlukan penguatan aspek teknis dan kelembagaan untuk meningkatkan keberlanjutan usaha.
Copyrights © 2026