Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh faktor pribadi dan faktor psikologis terhadap keputusan pembelian minuman matcha di kafe atau kedai kopi di Jatinangor oleh mahasiswa Fakultas Pertanian. Penelitian ini memberikan kontribusi pada kajian perilaku konsumen dengan mengkaji faktor internal konsumen pada konteks minuman matcha, yang masih relatif terbatas dibandingkan penelitian terdahulu yang lebih banyak berfokus pada produk kopi atau minuman secara umum. Faktor pribadi mencakup karakteristik individu, seperti gaya hidup, konsep diri, dan kondisi ekonomi, sedangkan faktor psikologis berkaitan dengan motivasi, persepsi, pembelajaran, serta sikap konsumen terhadap suatu produk. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan pengumpulan data melalui kuesioner daring yang disebarkan kepada 95 responden. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan metode Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor pribadi (β = 0,258; p = 0,001) dan faktor psikologis (β = 0,492; p < 0,001) berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian minuman matcha. Temuan ini mengindikasikan bahwa motivasi, persepsi, pengalaman konsumsi, dan sikap terhadap produk menjadi pertimbangan utama mahasiswa dalam membeli minuman matcha. Secara praktis, hasil penelitian dapat menjadi dasar bagi pelaku usaha untuk merancang strategi pemasaran yang berfokus pada pembentukan persepsi positif, peningkatan pengalaman konsumsi, serta penguatan citra produk guna meningkatkan keputusan pembelian konsumen.
Copyrights © 2026