Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

BUSINESS MODEL CANVAS AND FINANCIAL FEASIBILITY ANALYSIS OF PUPUKIN!: A MULTIFUNCTIONAL SLOW-RELEASE ORGANIC FERTILIZER FOR URBAN FARMING Muhammad Yasyfa Kusumadinata; Dira Purwasih; Rizqia Nadira Ronaldo; Prili Alisha; Stanislaus Adhi Pramudya; Vira Kusuma Dewi
AGRIBUSINESS JOURNAL Vol. 20 No. 1 (2026): AGRIBUSINESS JOURNAL
Publisher : Syarif Hidayatullah State Islamic University Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/aj.v20i1.50497

Abstract

Urban agriculture has been increasingly developed in response to the growing conversion of agricultural land into non-agricultural areas in urban regions. However, urban agriculture activities still face several challenges, particularly practical, efficient, and environmentally friendly fertilization practices. Pupukin! is an innovative, multifunctional slow-release organic fertilizer developed by utilizing organic waste materials such as banana corms, shrimp shells, and neem leaves as the main raw materials. This study aims to analyze the business model and financial feasibility of Pupukin! fertilizer business in supporting urban agriculture activities. The study employed a quantitative approach using the Business Model Canvas (BMC) to describe the business structure, as well as financial feasibility analysis, including production cost calculation, profit analysis, Revenue Cost Ratio (R/C Ratio), Payback Period (PP), and Return on Investment (ROI). The results indicate that the Pupukin! business model offers a key value proposition in multifunctional organic fertilizer that is practical, environmentally friendly, and efficient to use, making it suitable for urban agriculture practitioners. Financial analysis shows that the Pupukin! business is economically feasible, indicated by an R/C Ratio of 1.48. Furthermore, the business demonstrates a favorable investment return with an ROI of 48% and a relatively short Payback Period. These findings suggest that the Pupukin! fertilizer business has strong potential to be further developed as a sustainable agricultural innovation that supports the advancement of urban agriculture.
Pengaruh Faktor Pribadi dan Faktor Psikologis terhadap Keputusan Pembelian Minuman Matcha pada Mahasiswa Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran Rizqia Nadira Ronaldo; Anne Charina
Jurnal Sains Agribisnis Vol 6 No 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jsa.v6i1.2910

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh faktor pribadi dan faktor psikologis terhadap keputusan pembelian minuman matcha di kafe atau kedai kopi di Jatinangor oleh mahasiswa Fakultas Pertanian. Penelitian ini memberikan kontribusi pada kajian perilaku konsumen dengan mengkaji faktor internal konsumen pada konteks minuman matcha, yang masih relatif terbatas dibandingkan penelitian terdahulu yang lebih banyak berfokus pada produk kopi atau minuman secara umum. Faktor pribadi mencakup karakteristik individu, seperti gaya hidup, konsep diri, dan kondisi ekonomi, sedangkan faktor psikologis berkaitan dengan motivasi, persepsi, pembelajaran, serta sikap konsumen terhadap suatu produk. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan pengumpulan data melalui kuesioner daring yang disebarkan kepada 95 responden. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan metode Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor pribadi (β = 0,258; p = 0,001) dan faktor psikologis (β = 0,492; p < 0,001) berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian minuman matcha. Temuan ini mengindikasikan bahwa motivasi, persepsi, pengalaman konsumsi, dan sikap terhadap produk menjadi pertimbangan utama mahasiswa dalam membeli minuman matcha. Secara praktis, hasil penelitian dapat menjadi dasar bagi pelaku usaha untuk merancang strategi pemasaran yang berfokus pada pembentukan persepsi positif, peningkatan pengalaman konsumsi, serta penguatan citra produk guna meningkatkan keputusan pembelian konsumen.