Kemampuan membaca permulaan merupakan keterampilan literasi dasar yang sangat menentukan keberhasilan belajar peserta didik pada jenjang sekolah dasar. Namun, sebagian peserta didik mengalami reading disability yang menghambat kemampuan mengenali huruf, membaca suku kata, hingga memahami bacaan sederhana. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesulitan membaca permulaan pada peserta didik kelas III yang mengalami reading disability di SD Negeri 1 Woja serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhinya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Keabsahan data diperoleh melalui triangulasi sumber dan teknik, sedangkan analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 20 peserta didik kelas III, terdapat empat peserta didik yang mengalami kesulitan membaca permulaan. Kesulitan tersebut meliputi mengenali huruf alfabet, membedakan huruf vokal dan konsonan, mengenali huruf digraf, membaca suku kata, membaca kalimat sederhana, serta memahami isi bacaan. Faktor penyebabnya berasal dari faktor internal, seperti keterbatasan kemampuan kognitif, serta faktor eksternal berupa rendahnya minat baca, kurangnya pendampingan orang tua, dan terbatasnya bimbingan belajar di rumah. Upaya yang dilakukan sekolah meliputi pemberian bimbingan membaca tambahan, penyediaan media pembelajaran, dan pendampingan secara individual. Penelitian ini menyimpulkan bahwa identifikasi dini, kolaborasi antara sekolah dan orang tua, serta intervensi membaca yang berkelanjutan merupakan langkah penting untuk meningkatkan kemampuan membaca peserta didik yang mengalami reading disability.
Copyrights © 2026