Upaya peningkatan deteksi kasus Tuberkulosis (TB) di masyarakat perkotaan dan padat penduduk sangat diperlukan untuk menurunkan angka kejadian (TB) yang saat ini masih sangat tinggi. Inverstigasi kontak erat TB keluarga pasien TB merupakan salah satu upaya deteksi dini kasus TB, dan kelompok karang taruna merupakan salah satu kelompok masyarakat potensial dan belum diberdayakan dalam membantu peningkatan deteksi dini kasus TB. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) melakukan pemberdayaan karang taruna melalui sosialisasi dan pendampingan program investigasi kontak erat TB kepada keluarga pasien TB berdasarkan temuan dari Puskesmas, fasilitas kesehatan lain dan temuan kader kesehatan di lapangan. Metode tahap awal pengukuran tingkat pengetahuan peserta mengisi kuesioner pre test dan post test saat sebelum dan sesudah pemaparan materi investigasi kontak erat TB. Selanjutnya pendampingan investigasi kontak erat keluarga pasien TB kepada karang taruna oleh tim pengabdi dengan kunjungan rumah. Hasil tahap awal, terjadi peningkatan pengetahuan para peserta dengan rata-rata nilai pre dan post test 68 dan 72 (minimal dan maksimal score 20 dan 100), dengan uji Paired t-test p=0,085. Tahap selanjutnya, hasil pendampingan investigasi kontak erat keluarga pasien TB selama Juni–September 2025 menemukan 3 orang terdiagnosis TB paru aktif baru dari penjaringan 4 keluarga pasien TB yang berjumlah 18 orang (17% kejadian TB paru baru). Hambatan yang ditemukan adalah warga masih merasa malu ketika dikunjungi untuk investigasi kontak erat TB dan kurang ada kesesuaian waktu karena masalah pekerjaan di luar rumah. Kesimpulan hasil pemberdayaan Kader karang taruna dalam pelaksanaan investigasi kontak erat TB berhasil meningkatkan pengetahuan dan temuan kasus TB baru.
Copyrights © 2026