Banyaknya kasus kekerasan di Indonesia, diperlukan upaya penanganan kasus dengan dibentuknya Unit Pelaksana Teknik Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) yang menyediakan layanan bagi korban kekerasan. UPTD PPA memiliki pendamping korban kekerasan untuk memberikan dukungan emosional dan advokasi serta pemulihan trauma. Namun, pekerjaan sebagai pendamping korban memiliki risiko tinggi terhadap kesejahteraan psikologis, sehingga diperlukan adanya intervensi terkait kesejahteraan psikologis pendamping korban kekerasan. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan psikoedukasi kepada pendamping korban kekerasan di UPTD PPA Kota Semarang sebagai upaya menumbuhkan kesejahteraan psikologis. Metode yang digunakan adalah dengan menggunakan kuesioner skala psychological well-being digunakan untuk pre-test dan post-test. Data dianalisis dengan melakukan paired sample t-test. Pada tahap persiapan, membuat modul psychological well-being dan menyusun rancangan kegiatan. Pada tahap pelaksanaan, psikoedukasi “Strong Outside, Calm Inside” dilaksanakan dalam dua sesi dengan tema “Sharing Not Carrying” dan “From Heavy to Thriving”. Terdapat tujuh pendamping yang mengikuti psikoedukasi dengan usia rata-rata 44,57 tahun. Data terdistribusi normal dengan signifikansi 0,624 dan 0,874. Skala terbukti reliabel dan valid. Nilai rata-rata meningkat sekitar 4,7 persen. T-test menunjukkan hasil signifikansi 0,198. Hasil analisis menunjukkan adanya perbedaan positif dan signifikan. Dengan demikian, psikoedukasi dapat menumbuhkan kesejahteraan psikologis pendamping korban kekerasan di UPTD Kota Semarang.
Copyrights © 2026