Pendidikan menengah memiliki peran strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Namun, masih terdapat kesenjangan antara kompetensi lulusan dengan tuntutan dunia industri, khususnya pada sektor pangan yang terus berkembang. Konsep link and match menjadi pendekatan penting untuk menyelaraskan kurikulum pendidikan dengan kebutuhan industri dan pembangunan. SMAN 1 Majenang memiliki potensi besar dalam mengintegrasikan teknologi pangan berbasis sumber daya lokal sebagai bagian dari pembelajaran kewirausahaan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas guru SMAN 1 Majenang dalam mengintegrasikan edukasi dan inovasi teknologi pangan sebagai implementasi link and match kurikulum. Metode pelaksanaan meliputi survei dan observasi awal, sosialisasi dan penyuluhan melalui pemaparan materi serta diskusi interaktif, dan evaluasi kegiatan menggunakan formulir kepuasan peserta. Kegiatan dilaksanakan secara tatap muka dengan melibatkan guru dari berbagai bidang studi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman guru mengenai peran teknologi pangan dan kewirausahaan pangan dalam pembelajaran. Peserta memperoleh wawasan tentang potensi sektor pangan, tren konsumen, inovasi produk, serta prinsip dasar keamanan dan regulasi pangan. Diskusi interaktif mendorong guru untuk mengidentifikasi peluang integrasi materi teknologi dan kewirausahaan pangan ke dalam kurikulum dan proyek pembelajaran. Evaluasi menunjukkan tingkat kepuasan peserta yang tinggi terhadap materi, metode penyampaian, dan relevansi kegiatan. Kegiatan ini juga memperkuat peran guru sebagai penghubung antara pendidikan, potensi lokal, dan kebutuhan dunia industri. Implementasi link and match kurikulum melalui edukasi dan inovasi teknologi pangan efektif meningkatkan kapasitas guru dan relevansi pembelajaran di SMAN 1 Majenang.
Copyrights © 2026