Fenomena sandwich generation menggambarkan kondisi individu yang memiliki tanggung jawab ganda, yaitu merawat orang tua yang lanjut usia sekaligus mengasuh anak. Situasi ini sering menimbulkan tekanan psikologis yang dipengaruhi oleh dinamika komunikasi dalam keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika komunikasi keluarga pada sandwich generation serta dampaknya terhadap kesehatan mental. Metode yang digunakan adalah studi pustaka (library research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif melalui kajian berbagai literatur yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pola komunikasi yang dominan, seperti komunikasi pasif dan kurang asertif, dapat meningkatkan risiko stres, kecemasan, dan kelelahan emosional. Sebaliknya, komunikasi yang terbuka dan empatik berperan penting dalam menjaga kesehatan mental individu. Dengan demikian, kualitas komunikasi keluarga menjadi faktor kunci dalam menentukan kesejahteraan psikologis pada sandwich generation.
Copyrights © 2026