Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Fenomena “Overthinking Pasca Interaksi Sosial” Pada Pengguna Tiktok: Analisis Psikologi Komunikasi Ismiati Ismiati; Kusmawati Hatta; Mila Rahmatillah
WATHAN: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 3 No 2 (2026): WATHAN: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Publisher : Fanshur Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71153/wathan.v3i2.604

Abstract

Perkembangan platform media sosial Tiktok telah melahirkan berbagai fenomena komunikasi, salah satunya adalah munculnya konten-konten yang menggambarkan pengalaman overthinking pasca interaksi sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena overthinking setelah berbicara pada pengguna Tiktok melalui perspektif psikologi komunikasi. Metode yang digunakan adalah penelitian pustaka (library research) dengan Teknik analisis isi (content analysis) terhadap konten Tiktok berupa video, narasi, caption, dan komentar pengguna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fenomena tersebut merupakan manifestasi dari Post-Event Processing (PEP), yakni proses kognitif berupa evaluasi diri yang berulang dan negative setelah peristiwa komunikasi berakhir. Melalui mekanisme Computer Mediated Communication (CMC), Tiktok berperan mengubah pengalaman psikologis yang semula bersifat individual menjadi pengalaman kolektif (Share experience) melalui interaksi di kolom komentar. Temuan ini memperlihatkan bahwa Tiktok tidak hanya berfungsi sebagai media hiburan, tetapi juga sebagai ruang psikologis kolektif tempat individu mengekspresikan, memaknai, dan memvalidasi kondisi psikologis mereka bersama komunitas digital.
Dinamika Komunikasi Keluarga Pada Sandwich Generation dan Dampaknya Terhadap Kesehatan Mental Ismiati Ismiati; Kusmawati Hatta; Wilda Sofia
Jimmi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Multidisiplin Vol. 3 No. 2 (2026): JIMMI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Multidisiplin
Publisher : Fanshur Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71153/jimmi.v3i2.583

Abstract

Fenomena sandwich generation menggambarkan kondisi individu yang memiliki tanggung jawab ganda, yaitu merawat orang tua yang lanjut usia sekaligus mengasuh anak. Situasi ini sering menimbulkan tekanan psikologis yang dipengaruhi oleh dinamika komunikasi dalam keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika komunikasi keluarga pada sandwich generation serta dampaknya terhadap kesehatan mental. Metode yang digunakan adalah studi pustaka (library research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif melalui kajian berbagai literatur yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pola komunikasi yang dominan, seperti komunikasi pasif dan kurang asertif, dapat meningkatkan risiko stres, kecemasan, dan kelelahan emosional. Sebaliknya, komunikasi yang terbuka dan empatik berperan penting dalam menjaga kesehatan mental individu. Dengan demikian, kualitas komunikasi keluarga menjadi faktor kunci dalam menentukan kesejahteraan psikologis pada sandwich generation.
Self disclosure di Instagram pada Mahasiswa Pascasarjana UIN Ar-Raniry: Kajian Psikologi Komunikasi Hayatul Lisa; Kusmawati Hatta; Ismiati Ismiati
Arini: Jurnal Ilmiah dan Karya Inovasi Guru Vol. 3 No. 1 (2026): ARINI: Jurnal Ilmiah dan Karya Inovasi Guru
Publisher : Fanshur Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71153/arini.v3i1.595

Abstract

Perkembangan media sosial telah mengubah pola komunikasi interpersonal masyarakat, khususnya pada Generasi Z yang sangat akrab dengan teknologi digital. Instagram menjadi salah satu platform yang paling banyak digunakan mahasiswa sebagai ruang ekspresi diri, berbagi pengalaman, serta mengungkapkan perasaan pribadi melalui fitur story, caption, reels, dan close friends. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk self disclosure mahasiswa Pascasarjana UIN Ar-Raniry di Instagram serta faktor-faktor psikologis yang mendorong keterbukaan diri tersebut. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap 12 informan yang dipilih secara purposive sampling. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa lebih nyaman melakukan self disclosure melalui Instagram dibanding komunikasi langsung karena platform ini memberikan rasa aman, fleksibilitas, dan kemampuan mengontrol audiens. Faktor psikologis seperti kebutuhan dukungan sosial, keinginan mengekspresikan emosi, dan kebutuhan pengakuan sosial menjadi pendorong utama keterbukaan diri. Topik yang paling sering diungkapkan meliputi tekanan akademik, motivasi diri, kehidupan personal, dan relasi sosial. Temuan ini memperkuat perspektif Social Penetration Theory bahwa keterbukaan diri bersifat progresif dan dipengaruhi oleh persepsi risiko serta kebutuhan relasional individu dalam lingkungan digital.