Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan etika bisnis dalam pengelolaan limbah pada UMKM industri tahu di Desa Adiwerna, Kabupaten Tegal. Meskipun industri tahu menjadi pilar ekonomi lokal, aktivitas produksinya menghasilkan limbah cair dan padat yang signifikan yang berpotensi mencemari lingkungan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, di mana data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan dokumentasi. Analisis dilakukan menggunakan teori Stakeholder dan konsep Triple Bottom Line. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan etika bisnis dalam pengelolaan limbah belum optimal. Limbah cair umumnya dibuang langsung ke saluran drainase tanpa pengolahan, yang mencerminkan dominasi pandangan Ethicaal Egoism dan motif utilitarianisme sempit demi keuntungan jangka pendek. Sebaliknya, pengelolaan limbah padat (ampas tahu) relatif lebih baik karena memiliki nilai ekonomi sebagai pakan ternak, meski pemanfaatnya masih berada pada level dasar. Kesenjangan etis ini dipicu oleh keterbatasan biaya, kurangnya pengetahuan, serta fenomena social inertia di mana pencemaran dianggap normalitas industri. Penelitian ini merekomendasikan perlunya transformasi menuju model bisnis hijau melalui ekonomi sirkular dan penguatan kolaborasi antara pelaku usaha, pemerintah, serta akademisi dalam penyediaan infrastruktur pengelolaan limbah.
Copyrights © 2026