Latar Belakang: Eksplorasi bahan alam sebagai antibakteri terus berkembang, salah satunya menggunakan Daun sukun (Artocarpus altilis) dapat berperan sebagai penghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Tujuan: mengevaluasi daya hambat infusa daun sukun dalam berbagai kadar konsentrasi (50%, 70%, dan 100%) terhadap patogen tersebut. Metode: Melalui desain eksperimen post-test only control group, penelitian dilaksanakan pada dua lokasi, yakni Laboratorium Fitokimia Poltekkes Kemenkes Jayapura dan Mikrobiologi UNCEN pada bulan April–Mei 2024. Hasil: Skrining fitokimia pada infusa berbahan pelarut aquadest ini mengonfirmasi keberadaan saponin, tanin, dan flavonoid. Pengujian mikrobiologi dengan teknik difusi cakram (kontrol positif Siprofloksasin) dengan hasil zona hambat rata-rata sebesar 8,246 mm hingga 11,302 mm. Simpulan: Konsentrasi 100% menunjukkan efikasi paling tinggi yang masuk dalam klasifikasi kuat, sehingga infusa daun sukun dinyatakan efektif menekan pertumbuhan S. aureus.
Copyrights © 2026