Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gaya komunikasi auditor dalam perspektif Genderlect Styles serta implikasinya dalam praktik audit. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus pada salah satu Kantor Akuntan Publik di Surabaya. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dan observasi partisipatif, kemudian dianalisis menggunakan kerangka teori Genderlect Styles yang dikemukakan oleh Deborah Tannen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik komunikasi auditor tidak bersifat dikotomis berdasarkan gender, melainkan bersifat adaptif melalui pemaduan gaya Report Talk dan Rapport Talk sesuai konteks interaksi audit. Meskipun terdapat kecenderungan gaya komunikasi tertentu, auditor secara situasional menyesuaikan pendekatan komunikasi dalam merespons dinamika klien. Temuan ini mengindikasikan bahwa fleksibilitas komunikasi sejalan dengan prinsip komunikasi dua arah dalam SA 260 dan berkontribusi terhadap efektivitas komunikasi audit. Penelitian ini menegaskan bahwa pendekatan komunikasi yang adaptif menjadi faktor penting dalam mendukung kualitas audit.
Copyrights © 2026