Era digital telah mengubah pola kepemimpinan gereja dengan menghadirkan tantangan seperti krisis arah pelayanan, fragmentasi partisipasi jemaat, kebutuhan adaptasi digital, ketegangan antargenerasi, dan melemahnya integritas pemimpin. Tantangan tersebut menuntut model kepemimpinan visioner yang tidak hanya bersifat manajerial, tetapi juga berakar secara teologis. Artikel ini bertujuan menyintesiskan prinsip-prinsip kepemimpinan visioner Nehemia dalam Nehemia 1–5 sebagai kerangka teologis-aplikatif bagi kepemimpinan gereja di era digital. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif teologis berbasis studi pustaka dengan pendekatan teologis-aplikatif, kritik naratif, dan analisis tematik. Sumber primer yang dikaji adalah Nehemia 1:1–11, 2:1–20, 3:1–32, 4:1–23, dan 5:1–19. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan visioner Nehemia tampak dalam lima prinsip utama: kepekaan terhadap krisis dan lahirnya visi, artikulasi visi dan strategi, pemberdayaan komunitas, ketahanan menghadapi oposisi, serta integritas moral dan keadilan sosial. Kontribusi artikel ini terletak pada perumusan sintesis teologis-aplikatif yang menghubungkan pola naratif Nehemia 1–5 dengan kebutuhan kepemimpinan gereja masa kini di era digital. Keterbatasan studi ini adalah sifatnya yang masih berbasis kajian teologis-literer dan belum menguji penerapan prinsip-prinsip tersebut secara empiris dalam praktik kepemimpinan gereja digital.
Copyrights © 2026