Artikel ini bertujuan menganalisis asal-usul dan fungsi teologis-ideologis teologi kebangkitan dalam Daniel 12:1–13. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif berbasis studi pustaka dengan metode eksegesis terhadap teks Daniel 12:1–13 yang dianalisis melalui perspektif Kritik Ideologi. Masalah utama yang dikaji adalah bagaimana narasi apokaliptik tersebut berfungsi sebagai instrumen perlawanan terhadap hegemoni politik-keagamaan Dinasti Seleukid. Penelitian menemukan bahwa konsep kebangkitan diproduksi oleh kelompok Maskilim (orang bijaksana) bukan sekadar sebagai dogma eskatologis, melainkan sebagai strategi kepemimpinan untuk memberdayakan ketahanan (resilience) komunitas Yahudi yang tertindas. Pemimpin bertindak sebagai agen pembebasan berpikir yang mendekonstruksi ideologi penguasa yang tampak absolut. Secara kontekstual, gagasan eskatologi retroaktif ini mendesak para pemimpin jemaat saat ini untuk menjadi Maskilim modern yang mampu mengartikulasikan teologi pengharapan, terutama di tengah-tengah struktur kekuasaan (dalam bentuk apapun) yang tampak absolut.
Copyrights © 2026