Frans Pangrante
Universitas Kristen Indonesia Toraja, Toraja Utara, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Teologi Kebangkitan sebagai Instrumen Perlawanan: Kepemimpinan Maskilim dan Kritik Ideologi atas Daniel 12 Frans Pangrante; Ivan Sampe Buntu
KINAA: Jurnal Kepemimpinan Kristen dan Pemberdayaan Jemaat Vol. 7 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : IAKN TORAJA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34307/kinaa.v7i1.318

Abstract

Artikel ini bertujuan menganalisis asal-usul dan fungsi teologis-ideologis teologi kebangkitan dalam Daniel 12:1–13. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif berbasis studi pustaka dengan metode eksegesis terhadap teks Daniel 12:1–13 yang dianalisis melalui perspektif Kritik Ideologi. Masalah utama yang dikaji adalah bagaimana narasi apokaliptik tersebut berfungsi sebagai instrumen perlawanan terhadap hegemoni politik-keagamaan Dinasti Seleukid. Penelitian menemukan bahwa konsep kebangkitan diproduksi oleh kelompok Maskilim (orang bijaksana) bukan sekadar sebagai dogma eskatologis, melainkan sebagai strategi kepemimpinan untuk memberdayakan ketahanan (resilience) komunitas Yahudi yang tertindas. Pemimpin bertindak sebagai agen pembebasan berpikir yang mendekonstruksi ideologi penguasa yang tampak absolut. Secara kontekstual, gagasan eskatologi retroaktif ini mendesak para pemimpin jemaat saat ini untuk menjadi Maskilim modern yang mampu mengartikulasikan teologi pengharapan, terutama di tengah-tengah struktur kekuasaan (dalam bentuk apapun) yang tampak absolut.