Penelitian ini mengevaluasi pelaksanaan program MORLING (Motor dan Mobil Keliling) dalam meningkatkan akses literasi masyarakat di Kota Surabaya, dengan fokus pada Taman Bibit Wonorejo. Program ini merupakan inovasi layanan perpustakaan keliling yang menggunakan armada motor dan mobil untuk menjangkau ruang publik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap petugas layanan serta masyarakat pengguna. Analisis mengacu pada enam kriteria evaluasi kebijakan William N. Dunn: efektivitas, efisiensi, kecukupan, pemerataan, responsivitas, dan ketepatan. Hasil menunjukkan program MORLING efektif menjangkau masyarakat di ruang publik, efisien dalam pemanfaatan armada, responsif terhadap kebutuhan pengguna, serta tepat sebagai solusi keterbatasan akses. Namun, aspek kecukupan masih menjadi tantangan utama terkait pembaruan koleksi buku secara berkala, kurangnya variasi bacaan untuk remaja, dan belum tersedianya layanan peminjaman buku.
Copyrights © 2026