Fisioterapi memiliki peran penting dalam pelayanan kesehatan, fokusnya adalah mengembangkan, memelihara, dan memulihkan gerak dan fungsi tubuh individu melalui berbagai metode seperti penanganan manual, peningkatan gerak, dan penggunaan peralatan fisik, elektroterapeutik, dan mekanis. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara kualitas pelayanan fisioterapi dan tingkat kepuasan pasien di Instalasi Rehabilitasi Medik Rumah Sakit Umum Daerah Meuraxa, Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan cross-sectional, yang melibatkan penelitian pada waktu tertentu. Analisis ini bertujuan untuk mengidentifikasi dimensi kualitas pelayanan fisioterapi, tingkat kepuasan pasien, dan hubungan antara keduanya. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara kualitas pelayanan fisioterapi dan tingkat kepuasan pasien. Pasien yang memberikan penilaian "Sangat Baik" terhadap kualitas pelayanan fisioterapi cenderung merasa sangat puas dengan pelayanan tersebut. Selain itu, analisis regresi linear menunjukkan bahwa peningkatan satu satuan dalam kualitas pelayanan fisioterapi berhubungan dengan peningkatan tingkat kepuasan pasien sebesar 0,417. Penelitian ini juga mengidentifikasi lima dimensi kualitas pelayanan fisioterapi yang perlu diperhatikan, yaitu Tangibles (aspek fisik dan visual), Reliability (konsistensi dan keandalan), Responsiveness (kecepatan dan tanggapan), Empathy (sikap empati), dan Assurance (kepercayaan dan keyakinan). Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kualitas pelayanan fisioterapi dan tingkat kepuasan pasien di Instalasi Rehabilitasi Medik Rumah Sakit Umum Daerah Meuraxa, Banda Aceh. Penelitian ini memberikan dukungan empiris bagi pentingnya meningkatkan kualitas pelayanan fisioterapi guna memenuhi kebutuhan dan harapan pasien dengan lebih baik.
Copyrights © 2026