Kawasan pesisir Desa Sriwulan, Kabupaten Demak, menghadapi permasalahan lingkungan yang kompleks berupa banjir rob, abrasi pantai, penurunan muka tanah, serta degradasi kualitas permukiman dan ekosistem pesisir. Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap aktivitas sosial-ekonomi masyarakat dan menurunkan kemampuan kawasan dalam menghadapi bencana. Penelitian ini bertujuan merumuskan arah perencanaan penataan kawasan pesisir yang adaptif melalui pendekatan mitigasi bencana dan penguatan karakteristik lokal. Metode penelitian menggunakan pendekatan campuran (mixed-method), yang mengombinasikan survei lapangan, kuesioner, analisis spasial, Forum Group Discussion (FGD), serta analisis kuantitatif menggunakan Indeks Kondisi Lingkungan dan Importance–Performance Analysis (IPA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa infrastruktur dan pelayanan lingkungan di Desa Sriwulan berada pada kategori sedang hingga rendah, terutama pada sistem drainase, pengendalian air, pengelolaan sampah, dan aksesibilitas yang rentan terganggu saat banjir rob. Temuan ini menegaskan bahwa permasalahan kawasan tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga dipengaruhi oleh lemahnya integrasi antara aspek ekologis, fisik, dan sosial. Penelitian ini merumuskan tiga pilar pengembangan utama, yaitu penguatan infrastruktur pengendalian air, restorasi ekologi pesisir berbasis alam, serta peningkatan ketahanan sosial-ekonomi masyarakat melalui pendekatan Eco-Infrastructural Resilience dan Community-Based Coastal Management. Hasil penelitian berkontribusi pada pengembangan ilmu perencanaan kawasan pesisir dengan menawarkan rancangan yang menggabungkan mitigasi bencana, partisipasi masyarakat, dan keberlanjutan sosial-ekologis.
Copyrights © 2026